Kalimantan Utara Mulai Unjuk Gigi Dengan Kepemilikan Lahan Sawit Dua Ratus Ribu Hektar

Badan Pusat Statistik merilis data luas perkebunan Kalimantan Utara yang didominasi tanaman kelapa sawit seluas 228,92 ribu hektar. Angka tersebut melampaui luasan komoditas perkebunan lainnya seperti karet, kelapa, kakao, dan kopi di wilayah perbatasan.

BERITA

Arsad Ddin

4 Februari 2026
Bagikan :

Gambar Ilustrasi Lahan Sawit - Hai Sawit


Jakarta, HAISAWIT – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai profil perkebunan nasional tahun 2024 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan luas lahan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hingga mencapai angka ratusan ribu hektar.

Posisi Kaltara sebagai provinsi termuda di Pulau Borneo kini mulai memperlihatkan taringnya dalam peta agribisnis nasional. Hal ini terlihat dari konsentrasi lahan perkebunan yang didominasi secara masif oleh komoditas kelapa sawit dibandingkan tanaman lainnya.

Dilansir dari laman bps.go.id, Rabu (04/02/2026), data menunjukkan bahwa luas tanaman kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2024 mencapai angka sementara sebesar 228,92 ribu hektar yang tersebar pada berbagai kabupaten wilayah perbatasan.

Data tersebut menempatkan kelapa sawit sebagai komoditas perkebunan nomor satu di Kaltara. Sebagai perbandingan, luas komoditas lain di provinsi tersebut tercatat jauh di bawah angka lahan kelapa sawit pada periode tahun yang sama:

  • Kelapa: 1,25 ribu hektar.
  • Karet: 2,09 ribu hektar.
  • Kopi: 0,91 ribu hektar.
  • Kakao: 3,04 ribu hektar.

Angka 228,92 ribu hektar ini memberikan gambaran jelas mengenai arah kebijakan ekonomi wilayah utara Borneo. Pemerintah daerah dan pelaku usaha tampak fokus mengoptimalkan lahan tersedia guna memperkuat posisi tawar sektor perkebunan di tingkat nasional.

Pertumbuhan luas lahan ini terjadi di tengah upaya peningkatan produktivitas minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) nasional. Kaltara menyumbang porsi penting bagi total luas lahan sawit Indonesia yang secara keseluruhan mencapai 16.005,06 ribu hektar.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) mencatat bahwa sebaran lahan sawit di Kaltara memiliki karakteristik wilayah yang unik. Kondisi geografis perbatasan menjadi salah satu faktor pendukung sekaligus tantangan logistik bagi pengoperasian pabrik pengolahan.

Meskipun luasnya belum sebesar Kalimantan Tengah (Kalteng) atau Kalimantan Barat (Kalbar), angka kepemilikan lahan di Kaltara menunjukkan tren positif. Perkembangan ini membuktikan bahwa wilayah paling utara di Borneo memiliki potensi lahan sangat produktif untuk agribisnis.

Selain fokus pada perluasan lahan, data BPS juga mencatatkan bahwa komoditas tebu, teh, dan tembakau di Kaltara masih menyentuh angka nol hektar. Hal ini mempertegas posisi kelapa sawit sebagai tulang punggung tunggal ekonomi perkebunan di wilayah tersebut.

Berikut adalah rincian fakta angka luasan lahan perkebunan di Kaltara berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024:

  • Total luas lahan sawit Kaltara menyentuh 228,92 ribu hektar.
  • Luas lahan sawit ini melampaui gabungan seluruh luas lahan karet, kelapa, kopi, dan kakao di provinsi yang sama.
  • Provinsi ini memberikan kontribusi nyata terhadap total cadangan lahan perkebunan Pulau Kalimantan secara keseluruhan.

Stabilitas luas lahan sawit di Kaltara menjadi indikator penting bagi ketahanan industri hilir nasional. Kapasitas produksi yang stabil pada angka 228,92 ribu hektar memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri makanan, kosmetik, serta bahan bakar nabati.

Aktivitas perkebunan di provinsi ini mengandalkan survei perusahaan perkebunan sebagai sumber data utama. Pembaruan angka sementara 2024 ini memberikan dasar bagi para pemangku kepentingan untuk merancang strategi pengolahan lahan sawit yang jauh lebih efisien dan produktif.

Pengelolaan lahan seluas ratusan ribu hektar ini memerlukan pengawasan ketat agar tetap memenuhi standar keberlanjutan. Fokus utama kini berada pada pemanfaatan lahan yang sudah ada tanpa melakukan pembukaan hutan primer guna menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kaltara kini resmi bersaing dengan provinsi lama dalam urusan penyediaan lahan sawit nasional. Capaian angka 228,92 ribu hektar menjadi bukti nyata bahwa transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam di utara Borneo sedang berjalan sangat cepat dan masif.***

Bagikan :

Artikel Lainnya