Begini Pemanfaatan Biomassa Sawit dari Energi hingga Produk Rumah Tangga

Biomassa kelapa sawit yang sebelumnya belum dimanfaatkan optimal kini digunakan di berbagai sektor, mulai dari energi hingga kebutuhan rumah tangga, melalui pengolahan limbah cair dan padat oleh industri, pekebun, serta pelaku usaha berbasis sumber daya lokal.

ARTIKEL

Arsad Ddin

29 Desember 2025
Bagikan :

Ilustrasi limba Palm Oil Mill Effluent (POME) - HaiSawit/Arsad Ddin

Jakarta, HAI SAWIT - Biomassa kelapa sawit berkembang dari residu produksi menjadi sumber nilai guna lintas sektor, mencakup energi terbarukan, pangan, peternakan, industri, hingga kebutuhan rumah tangga berbasis bahan lokal.

Pada fase awal industri minyak sawit nasional, limbah cair dan padat seperti palm oil mill effluent (POME), tandan kosong, serat, pelepah, serta cangkang belum dimanfaatkan optimal dan diperlakukan sebagai sisa proses pengolahan.

Dilansir dari laman BPDP, Senin (29/12/2025), estimasi menunjukkan biomassa kering satu ton berpotensi menghasilkan 150 liter bioetanol, dengan potensi nasional 222,7 juta ton dan peluang listrik sekitar 653 MW.

Di sektor energi, sawit memiliki karakteristik unik karena menghasilkan bioenergi generasi pertama berupa biodiesel dan green fuel, sekaligus biofuel generasi kedua serta ketiga berbasis biomassa non-pangan.

Biofuel generasi kedua berasal dari pelepah dan batang hasil pemangkasan serta peremajaan, juga tandan kosong, serat, dan cangkang pabrik, yang dapat diolah menjadi bioetanol, biolistrik, biopelet, maupun biobara.

Limbah cair POME memiliki kandungan organik tinggi sehingga berpotensi menghasilkan metana, kemudian diolah melalui teknologi penangkapan gas, kultivasi mikroalga, atau integrasi keduanya guna menghasilkan biogas dan biodiesel.

Pada sektor peternakan, bungkil inti dan ampas minyak sawit digunakan sebagai bahan pakan, membantu efisiensi biaya produksi serta meningkatkan peluang usaha ternak skala kecil hingga komersial.

Bidang pangan memanfaatkan batang sawit hasil peremajaan sebagai sumber nira untuk gula merah, dengan produksi harian signifikan per hektare dan nilai ekonomi yang memberi tambahan pendapatan bagi pekebun.

Industri furniture memanfaatkan batang sawit sebagai kayu olahan, sementara pelepah diolah menjadi sapu lidi dan kerajinan anyaman bernilai jual, termasuk pemasaran ke pasar ekspor regional dan internasional.

Pada sektor industri, cangkang sawit bernilai kalor tinggi dimanfaatkan melalui gasifikasi sebagai sumber panas pengganti solar, serta diolah menjadi asap cair untuk bahan baku beragam produk.

Di tingkat kebun, tandan kosong digunakan sebagai mulsa atau kompos, sementara limbah cair berfungsi sebagai pupuk organik yang mendukung biodiversitas penutup tanah dan pengelolaan hara.***

Bagikan :

Artikel Lainnya