
Jakarta, HaiSawit – Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 siap mengupas berbagai tantangan operasional serta solusi teknis perkebunan kelapa sawit pada 22–23 April 2026 di Jakarta guna meningkatkan standar pengelolaan industri secara global.
Forum ini mempertemukan para praktisi senior dari perusahaan besar Indonesia dan Malaysia untuk merumuskan strategi penanganan masalah lapangan. Fokus utama pertemuan adalah pembaruan metode kerja yang lebih efisien, adaptif, serta berbasis data riset terbaru.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bidakara ini menghadirkan jajaran pemimpin perusahaan dengan keahlian teknis mendalam. Beberapa narasumber yang dijadwalkan mengisi sesi diskusi teknis antara lain:
- Jefrry Faizal Kamaruddin (CEO Upstream Malaysia - SD Guthrie Berhad).
- Erikson Ginting (General Manager Plantation PT Socfin Indonesia).
- Aryodiputro Widianto (Vice President PT Astra Agro Lestari Tbk).
- Datin Stella Ambrose (Deputy Group CEO Sawit Kinabalu Group).
Solusi Teknis dan Mekanisasi Lahan
Peserta akan mendapatkan pemaparan mendalam mengenai transisi metode manual menuju sistem mekanisasi yang lebih modern. Pembahasan teknis ini mencakup seluruh aspek hulu perkebunan yang menjadi faktor penentu produktivitas tanaman:
- Teknik penanaman ulang (replanting) pada berbagai kondisi topografi lahan.
- Standarisasi infrastruktur kebun untuk mendukung penggunaan alat berat.
- Metode panen dan angkut tandan buah segar di area perbukitan.
- Optimalisasi jalur logistik guna menjaga kualitas buah hingga ke pabrik.
Penggunaan teknologi digital turut menjadi instrumen penting dalam memecahkan hambatan operasional di kebun. Para pakar akan mendemonstrasikan bagaimana integrasi data satelit dan perangkat sensor dapat membantu pengawasan aset perusahaan secara akurat.
Beberapa inovasi teknologi yang menjadi poin pembahasan utama meliputi:
- Implementasi sistem Artificial Intelligence (AI) untuk manajemen kebun pintar.
- Penggunaan drone dalam aktivitas pemupukan presisi dan pemantauan udara.
- Pemanfaatan Global Positioning System (GPS) untuk navigasi dan pemetaan lahan.
- Sistem monitoring kesehatan tanaman berbasis perangkat digital canggih.
Penanganan Hama dan Isu Sosial
Sesi perlindungan tanaman menghadirkan riset terbaru mengenai mitigasi risiko serangan patogen yang sering menurunkan hasil panen. Praktisi dari Asian Agri Group dan FGV Holding Berhad akan berbagi data teknis terkait:
- Pengendalian hama terpadu berbasis hasil penelitian laboratorium terkini.
- Teknik deteksi dini serangan penyakit tanaman secara efektif.
- Manajemen penggunaan bahan kimia secara bijak dan efisien.
- Pemeliharaan kesehatan pohon untuk memperpanjang usia produktif tanaman.
Selain tantangan biologi, simposium membedah solusi atas hambatan non-teknis yang sering muncul di wilayah perkebunan. Pakar hukum dan praktisi hubungan masyarakat akan memaparkan strategi penyelesaian konflik serta legalitas lahan:
- Manajemen kemitraan plasma dan pemberdayaan masyarakat sekitar kebun.
- Prosedur penyelesaian sengketa lahan berdasarkan regulasi yang berlaku.
- Strategi komunikasi efektif antara perusahaan dengan pemangku kepentingan.
Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) berperan sebagai fasilitator dalam penyusunan rekomendasi teknis di akhir acara. Dokumen ini bertujuan menjadi panduan praktis bagi para manajer kebun dalam mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Seluruh materi seminar dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak para pengelola perkebunan dalam menghadapi dinamika industri. Panitia menyediakan ruang pameran bagi vendor teknologi untuk mendemonstrasikan alat-alat inovatif secara langsung di lokasi simposium.
Peserta dapat melakukan registrasi melalui saluran resmi Hai Sawit Indonesia (HSI) dengan pilihan tarif sesuai periode pendaftaran. Pengaturan jadwal kegiatan disusun secara sistematis agar setiap sesi diskusi memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi praktisi.
Simposium ditutup dengan sesi penyampaian hasil rumusan strategis kepada perwakilan asosiasi serta pelaku industri. Dokumentasi teknis dan materi seminar akan dibagikan kepada peserta sebagai rujukan dalam implementasi kebijakan operasional di unit kerja masing-masing.
HASI 2026 menjadi momentum krusial bagi transformasi industri kelapa sawit menuju pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan. Kehadiran pakar lintas negara memastikan setiap solusi teknis yang ditawarkan memiliki standar internasional yang tinggi.***
