“Gubernur Sawit Indonesia” dalam ajang Setara Cita Palm Oil Convention dan Job Fair 2025 yang diselenggarakan Sawitsetara.co bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).
Sahnia Mellynia
28 November 2025“Gubernur Sawit Indonesia” dalam ajang Setara Cita Palm Oil Convention dan Job Fair 2025 yang diselenggarakan Sawitsetara.co bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).
Sahnia Mellynia
28 November 2025
Balikpapan, HAISAWIT – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud menerima penghargaan sebagai “Gubernur Sawit Indonesia” dalam ajang Setara Cita Palm Oil Convention dan Job Fair 2025 yang diselenggarakan Sawitsetara.co bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Kegiatan yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan pada Selasa, 9 September 2025 ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta dihadiri para pelaku industri sawit, petani, dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Harum menegaskan bahwa komoditas sawit tidak hanya soal produksi, tetapi merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi yang menopang kehidupan masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen mendorong hilirisasi dan diversifikasi produk turunan sawit guna meningkatkan nilai tambah, sekaligus memperkuat inovasi ramah lingkungan sejalan dengan konsep ekonomi sirkular.
“Sawit adalah berkah, dan berkah itu harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Keberlanjutan serta keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan harus menjadi prinsip utama,” ujar Gubernur Harum. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sawit berkelanjutan akan menjaga sektor ini tetap menjadi pilar ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Data Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan bahwa luas perkebunan kelapa sawit yang telah berproduksi berada pada kisaran 1,34 hingga 1,57 juta hektare, dengan produksi tahunan 17–19 juta ton tandan buah segar (TBS) atau sekitar 4,3 juta ton Crude Palm Oil (CPO). Angka tersebut menempatkan Kaltim sebagai salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia dan motor penggerak ekonomi lokal.
Gubernur Harum menegaskan bahwa potensi besar tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan berkelanjutan. Pemprov Kaltim mendorong perusahaan sawit memperkuat program corporate social responsibility (CSR) yang selaras dengan prioritas pembangunan daerah, seperti pendidikan, kesehatan, penyediaan rumah layak huni, dan pengendalian inflasi. Dengan demikian, kehadiran industri sawit memberikan manfaat sosial yang langsung dirasakan masyarakat sekitar.
Selain itu, Pemprov Kaltim berkomitmen mengembangkan perkebunan sawit berkelanjutan sejalan dengan visi “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”. Pendekatan ekonomi hijau menjadi strategi utama yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri, BPDP, dan masyarakat untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Penghargaan “Gubernur Sawit Indonesia” yang diterima Dr H Rudy Mas’ud menjadi pengakuan atas konsistensi Pemprov Kaltim dalam membangun sektor sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Gubernur berharap pencapaian ini dapat mendorong daerah lain meniru praktik pengelolaan sawit yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, sehingga industri sawit benar-benar menjadi berkah bagi seluruh masyarakat Indonesia.