
Ilustrasi Minyak Sawit - HaiSawit/Arsad Ddin
Jakarta, HAI SAWIT – Hilirisasi minyak sawit menjadi salah satu penggerak ekonomi penting di India, dengan proses pengolahan yang menghasilkan produk olahan serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Minyak sawit yang diimpor India sebagian besar masih dalam bentuk bahan baku, seperti crude palm oil atau refined palm oil, sebelum diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk untuk kebutuhan domestik.
Dilansir dari laman BPDP, Jumat (05/12/2025), volume impor minyak nabati India mencapai sekitar 15 juta ton pada 2022, dengan 62 persen berupa minyak sawit. Hilirisasi sektor ini menciptakan sekitar 1,2 juta kesempatan kerja.
Proses hilirisasi memberikan efek ekonomi langsung melalui pengolahan bahan baku menjadi produk jadi yang siap dikonsumsi oleh sektor rumah tangga dan industri.
Efek tidak langsung muncul melalui penyediaan bahan baku, logistik, dan distribusi yang tumbuh mengikuti aktivitas hilir minyak sawit di India.
Selain itu, efek lanjutan dari hilirisasi memberikan manfaat ekonomi melalui konsumsi tenaga kerja dan peningkatan pendapatan di sektor terkait industri pengolahan.
Industri hilir minyak sawit juga mendukung berbagai sektor, termasuk hotel, restoran, catering, bakery, vanaspati, dan industri biskuit, yang menjadi konsumen utama produk olahan.
Permintaan yang tinggi mendorong berkembangnya fasilitas pengolahan minyak sawit dalam negeri, sekaligus memperluas kapasitas produksi dan memperkuat nilai tambah produk lokal.
Studi ekonomi sebelumnya menunjukkan hilirisasi minyak sawit berkontribusi terhadap pembentukan pendapatan nasional India hingga US$5,5 miliar atau sekitar Rp92 triliun.
Peningkatan volume impor dan diversifikasi produk hilir minyak sawit diperkirakan akan memperbesar dampak ekonomi, baik dari sisi lapangan kerja maupun nilai ekonomi yang dihasilkan.
Aktivitas pengolahan dan hilirisasi minyak sawit di India tetap menjadi salah satu sektor strategis, mendukung industri domestik dan memberi peluang baru bagi tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi.***