
Paparan kinerja Semester I 2025 PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) berlangsung dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025). (Foto: Dok. Agrinas)
Jakarta, HAISAWIT - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memaparkan capaian kinerja Semester I 2025 dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa (23/9).
Perusahaan perkebunan negara ini menyampaikan capaian keuangan hingga Agustus 2025. Agrinas mencatat pendapatan senilai Rp2,4 triliun dengan gross profit sebesar Rp1,2 triliun, serta setoran sharing net profit Rp325 miliar ke rekening escrow Kejaksaan Agung.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Jenderal TNI (Purn.) Agus Sutomo menyampaikan apresiasi kepada anggota Komisi VI DPR RI yang hadir dalam rapat dengar pendapat tersebut.
“Saya mewakili Manajemen PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mengucapkan terimakasih atas dukungan dari seluruh anggota dewan yang terhormat. Khususnya, Komisi VI yang telah memberikan kesempatan kami untuk menyampaikan perkembangan dan kinerja perusahaan dalam mengelola perkebunan sawit. Seluruh masukan dari anggota dewan menjadi catatan yang berarti bagi kami, untuk memperkuat semangat juang kami dalam mengelola penugasan yang kami emban saat ini,” ujar Agus Sutomo, dikutip dari laman Agrinas Palma, Rabu (1/10/2025).
Dalam paparannya, Agrinas Palma Nusantara menjelaskan mandat pengelolaan lahan perkebunan sawit seluas 1,5 juta hektare di 15 provinsi. Luasan tersebut merupakan penugasan negara yang dijalankan perusahaan pasca-transformasi dari PT Indra Karya menjadi BUMN sektor sawit.
“PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) hingga saat ini mendapatkan penugasan dari negara dengan mengelola lahan perkebunan seluas 1,5 juta hektar yang tersebar di 15 provinsi dan akan terus bertambah jumlahnya. Pengelolaan perkebunan dilakukan dengan strategi perbaikan di segala sisi dan lahan dikelola sesuai dengan prinsip Good Agricultural Practices (GAP) agar kebun terkelola lebih produktif,” kata Agus Sutomo.
Hingga September 2025, perusahaan menerima total 1,507 juta hektare melalui empat tahap penyerahan aset, termasuk eks lahan Duta Palma dan Torganda. Dari total itu, 61 persen sudah ditanami, sedangkan 39 persen lainnya masih belum tergarap.
Kondisi lahan yang diterima perusahaan sebagian besar mengalami kerusakan sedang hingga berat. Karena itu, manajemen mengajukan dukungan pemerintah untuk mempercepat pemulihan, baik melalui regulasi, izin usaha, maupun penguatan legal standing.
Agrinas Palma Nusantara juga menyampaikan pencapaian kinerja keuangan terbaru dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI. Laporan tersebut memuat rincian pendapatan, gross profit, hingga setoran laba bersih perusahaan kepada negara.
“Kinerja perusahaan hingga Agustus 2025 tercatat senilai 2,4 triliun atas pendapatan nilai kontrak include pajak dengan gross profit senilai 1,2 triliun dan telah menyetorkan sharing net profit pada rekening escrow kejaksaan agung senilai 325 Miliar, tentunya ini menjadi suatu hal yang akan kami kelola produktivitasnya secara berkelanjutan,” ucap Agus Sutomo.
Selain pemaparan capaian keuangan, Agrinas Palma Nusantara juga menyampaikan strategi perbaikan. Upaya itu mencakup normalisasi lahan, rehabilitasi, penambahan tenaga kerja, perbaikan infrastruktur, hingga revitalisasi pabrik kelapa sawit (PKS) di berbagai wilayah operasional.
Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga mengusulkan pemanfaatan gedung eks Duta Palma sebagai kantor pusat. Opsi ini dinilai lebih efektif karena lokasi dan fasilitas dinilai memadai untuk mendukung kinerja operasional di lapangan.
Rapat dengar pendapat tersebut dihadiri jajaran direksi serta komisaris PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Agenda membahas perkembangan Semester I 2025, rencana kerja perusahaan hingga akhir tahun, serta proyeksi pelaksanaan aksi korporasi pada 2026.***