
Jakarta, HAISAWIT - Kawasan Amerika Utara mencatat minyak sawit sebagai minyak nabati ketiga yang paling banyak dikonsumsi setelah minyak kedelai dan minyak rapeseed. Pangsa konsumsi minyak sawit di kawasan ini mencapai sekitar 15 persen.
Konsumsi tersebut dipenuhi dari produksi lokal dan impor. Negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menggunakan minyak sawit untuk kebutuhan industri pangan, personal care, hingga cleaning product yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Dikutip dari laman BPDP, Selasa (26/8/2025), konsumsi empat minyak nabati utama di Amerika Utara naik dari 14,1 juta ton tahun 2010 menjadi 23,8 juta ton pada 2023. Minyak sawit menyumbang 3,5 juta ton.
Data USDA 2024 menunjukkan minyak kedelai masih mendominasi, meski pangsanya menurun dari 64 persen pada 2010 menjadi 60 persen tahun 2023. Sebaliknya, minyak rapeseed naik dari 19 persen menjadi 23 persen.
Pangsa minyak bunga matahari relatif stabil dengan kisaran 1,78 persen. Sementara konsumsi minyak sawit justru tumbuh signifikan, meningkat 84 persen dari 1,9 juta ton pada 2010 menjadi 3,5 juta ton pada 2023.
Kebutuhan minyak sawit di kawasan ini banyak ditopang oleh industri multinasional seperti Nestlé, Kellogg, Mars, hingga Wrigley. Perusahaan-perusahaan tersebut memanfaatkan minyak sawit untuk pangan, produk perawatan tubuh, hingga pembersih.
Selain diproduksi di kawasan Amerika Tengah seperti Honduras, Guatemala, Meksiko, dan Kosta Rika, kebutuhan minyak sawit tetap harus dipenuhi lewat impor. Produksi lokal sekitar dua juta ton per tahun belum mencukupi konsumsi domestik.
Studi PASPI 2025 mencatat minyak sawit memiliki keunggulan pada produktivitas yang tinggi. Dari satu hektare lahan sawit dapat dihasilkan rata-rata 4,3 ton minyak, jauh lebih efisien dibanding kedelai atau bunga matahari.
Keunggulan lain adalah pasokan yang stabil. Tanaman kelapa sawit mampu menghasilkan minyak setiap bulan hingga berusia 25 tahun, memberi kepastian suplai bagi industri yang membutuhkan dalam skala besar sepanjang tahun.
Selain itu, harga minyak sawit relatif lebih kompetitif dibanding minyak nabati lain. Faktor ini membuat minyak sawit semakin menarik untuk industri pangan maupun personal care di kawasan Amerika Utara.
Laporan PASPI 2025 menambahkan bahwa komposisi asam lemak pada minyak sawit membuatnya fleksibel digunakan bersama minyak nabati lain. Kondisi ini mendukung penggunaannya dalam berbagai sektor industri di kawasan tersebut.***