
Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar Rapat Pleno Perumusan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) di Gedung B Kantor Bupati Sinjai, Selasa (28/10/2025). (Foto: Dok. Prokopim Sinjai)
Sinjai, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Sinjai mulai merancang skema pembukaan lahan kelapa sawit yang terhubung langsung dengan kebijakan nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat arah pembangunan sawit berkelanjutan di daerah.
Rencana tersebut dibahas melalui Rapat Pleno Perumusan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) yang menghadirkan sejumlah perangkat daerah terkait di Gedung B Kantor Bupati Sinjai, Selasa (28/10/2025).
Rapat pleno dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar, mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai. Forum ini diikuti oleh tim penyusun RAD-KSB dari berbagai instansi pemerintah daerah.
RAD-KSB Sinjai disusun sebagai dokumen perencanaan strategis untuk mengarahkan pengembangan perkebunan sawit agar terarah, terukur, dan berkelanjutan. Setiap kebijakan diupayakan sejalan dengan program nasional serta dukungan lintas sektor.
Pembahasan dalam forum tersebut menyorongkan isu penting terkait kondisi eksisting sektor sawit di Sinjai, termasuk kapasitas sumber daya manusia, sarana prasarana, dan kestabilan harga tandan buah segar.
Asisten II Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar, menilai sinergi dengan pemerintah pusat menjadi dasar agar kebijakan sawit daerah berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.
“Untuk lebih aman dan terstruktur, setiap kebijakan yang diambil dalam optimalisasi Program Perkebunan Kelapa Sawit ini harus terintegrasi dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat. Agar setiap tantangan yang ada dapat dicarikan solusi yang optimal serta sejalan dengan Program Nasional,” ujar Andi Ilham Abubakar, dikutip dari laman Prokopim Sinjai, Kamis (30/10/2025).
Ia juga menegaskan pentingnya kesiapan lahan sebagai langkah awal dalam pelaksanaan program sawit di Sinjai. Aspek ini dianggap penting untuk memastikan kelancaran tahapan berikutnya.
“Melihat kondisi yang ada di Kab. Sinjai, hal paling strategis adalah memastikan terlebih dahulu ketersediaan lahan yang cukup dalam program Perkebunan Sawit di Kab. Sinjai,” ungkapnya.
Pembahasan soal ketersediaan lahan menjadi fokus utama dalam rancangan RAD-KSB. Pemerintah daerah menilai perlu adanya sinkronisasi dengan tata ruang wilayah dan kebijakan pembangunan berkelanjutan nasional.***