Dharmasraya Siapkan Diversifikasi Perkebunan, Sawit dan Kopi Jadi Pilar Ekonomi Daerah

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Kementerian Pertanian menyiapkan pengembangan kopi 2.000 hektare mulai Januari tahun depan. Program ini akan berlanjut hingga 6.000 hektare sebagai langkah diversifikasi dari sawit.

BERITA

Arsad Ddin

19 September 2025
Bagikan :

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menghadiri Rapat Koordinasi Persediaan Pangan se-Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran, Selasa (16/9/2025). (Foto: Tangkapan layar ig/annisa.suci.ramadhani)

Dharmasraya, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyiapkan langkah diversifikasi perkebunan dengan mengembangkan kopi dan sawit sebagai pilar ekonomi daerah. Agenda ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persediaan Pangan se-Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa (16/9/2025).

Rakor tersebut dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Anggota DPR RI Komisi IV, Pangdam XX/TIB, unsur Forkopimda Sumbar, para bupati/wali kota, serta kepala OPD lingkup provinsi dan kabupaten/kota. Dalam forum ini, Dharmasraya menyampaikan rencana diversifikasi perkebunan sebagai strategi memperkuat sektor pangan dan ekonomi.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan, kerja sama dengan Kementerian Pertanian menghasilkan persetujuan pengembangan kopi seluas 2.000 hektare. Proyek ini dijadwalkan dimulai pada Januari tahun depan dan diperluas hingga 6.000 hektare.

“Kita ingin menciptakan keberagaman komoditas agar tidak bergantung pada satu komoditas saja. Agar ketika terjadi penurunan harga atau produksi di sawit, kita masih punya ‘pegangan’ lain; kopi,” ujar Annisa, dikutip dari instagram Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, Jumat (19/9/2025).

Menurut Annisa, kopi dapat ditanam dalam pola tumpang sari dengan berbagai tanaman. Pola ini bisa dilakukan di kebun sawit yang baru ditanam sehingga mampu meningkatkan pemanfaatan lahan yang tersedia.

“Menariknya, kopi ini juga bisa ditanam tumpang sari dengan tanaman lain. Termasuk ditanam dalam kebun sawit, terutama sawit yang baru ditanam. Apalagi dengan tanaman perkebunan lainnya,” tulis Annisa.

Selain kopi, Annisa menambahkan bahwa potensi pertanian lain juga dibicarakan dalam forum tersebut. Sektor yang dibahas meliputi cetak sawah baru, pengembangan jagung, serta pemanfaatan lahan tidur di wilayah Dharmasraya.

“Kita dengan Kementan sepakat untuk memulai project kopi ini 2.000 Ha di Januari tahun depan, dan akan berlanjut hingga mencapai 6.000 Ha,” sebutnya.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Pertanian di Gubernuran Provinsi Sumatera Barat. Diskusi diarahkan untuk memetakan peluang pertanian yang dapat mendorong pembangunan daerah.

Annisa menuliskan bahwa diversifikasi perkebunan sejalan dengan program pemerintah pusat. Agenda itu diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Selain kopi, kita juga membicarakan potensi lainnya bersama Kementan dalam Rapat Koordinasi di Gubernuran Prov. Sumbar. Potensi lainnya seperti cetak sawah, jagung dan optimalisasi lahan ‘tidur’ yang ada di Dharmasraya,” jelasnya.***

Bagikan :

Artikel Lainnya