UGM Bahas Mekanisasi Sawit Bersama Wilmar, Dorong Efisiensi Agronomi di Lapangan

Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem UGM menggelar diskusi bersama Wilmar International Plantation di Yogyakarta. Pertemuan ini membahas mekanisasi perkebunan sawit, efisiensi agronomi, serta evaluasi program magang industri Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

BERITA

Arsad Ddin

3 September 2025
Bagikan :

DTPB UGM mengadakan diskusi riset bersama Wilmar International Plantation mengenai inovasi teknologi pupuk, mekanisasi perkebunan, dan evaluasi MBKM di Yogyakarta, Kamis (7/8/2025). (Foto: Dok. DTPB UGM)

Yogyakarta, HAISAWIT - Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian UGM menggelar diskusi bersama Wilmar International Plantation membahas riset teknologi pertanian modern, mekanisasi perkebunan, hingga evaluasi program magang industri MBKM, pertemuan ini dilaksanakan pada Kamis (7/8/2025).

Diskusi berlangsung di ruang Smart Agriculture Creative Space dan menghadirkan Dr. Sukarman, praktisi perkebunan kelapa sawit yang juga peneliti program postdoctoral. Kegiatan ini turut diikuti sejumlah dosen serta asisten peneliti dari Smart Agriculture Research Center UGM.

Dalam kesempatan itu, Dr. Sukarman memaparkan riset mengenai sistem deteksi cepat kandungan pupuk berbasis sensor dan kecerdasan buatan. Teknologi ini diarahkan untuk mendukung efisiensi penggunaan pupuk di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Wilmar sebagai mitra industri telah memberikan banyak masukan mengenai kebutuhan lapangan, terutama bagaimana teknologi ini dapat membantu kegiatan agronomi secara lebih presisi dan real-time,” ujar Dr. Sukarman, dikutip dari laman DTPB UGM, Rabu (3/9/2025).

Selain riset pupuk, diskusi juga menyinggung pentingnya mekanisasi dalam kegiatan perkebunan. Topik ini disampaikan oleh Ir. Andri Prima Nugroho, Kepala Laboratorium Energi dan Mesin Pertanian, yang menilai mekanisasi sudah menjadi kebutuhan mendesak.

“Isu utama dalam sektor perkebunan saat ini adalah keterbatasan tenaga kerja dan efisiensi operasional. Mekanisasi tidak bisa dihindari, mulai dari pemupukan hingga panen,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan sistem terintegrasi menjadi peluang penting bagi sektor sawit. “Kami melihat peluang besar untuk pengembangan sistem terintegrasi yang relevan untuk diterapkan di perkebunan kelapa sawit seperti yang dikelola Wilmar,” jelasnya.

Selain membahas inovasi teknologi, diskusi ini juga digunakan sebagai forum evaluasi pelaksanaan magang industri MBKM yang dijalankan mahasiswa DTPB UGM. Program berlangsung di perkebunan Wilmar sejak Februari hingga Juli 2025.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk menilai kontribusi mahasiswa dalam mendukung aktivitas operasional perkebunan. Beberapa mahasiswa diketahui terlibat langsung dalam kegiatan teknis, mulai dari penerapan teknologi hingga pendampingan proses agronomi.

Para dosen yang hadir antara lain Dr. Ir. Rudiati Evi Masithoh, Sri Markumningsih, dan Ardan Wiratmoko. Kehadiran mereka memberi masukan dalam penguatan riset berbasis mekanisasi serta integrasi teknologi dengan praktik lapangan.

Diskusi ini juga menghadirkan Suryatmi serta tim peneliti muda UGM. Kehadiran beragam pihak menunjukkan keterlibatan aktif dunia akademik dan industri dalam mendorong efisiensi pengelolaan perkebunan kelapa sawit melalui teknologi modern.***

Bagikan :

Artikel Lainnya