Dinas Perkebunan Kalbar Lakukan Uji Petik Kontribusi Perusahaan Sawit untuk Daerah

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat melakukan uji petik untuk menilai kontribusi perusahaan sawit terhadap pembangunan daerah. Hasil kegiatan ini mencakup identifikasi nilai tambah sawit, penerimaan pajak, serta penerimaan negara bukan pajak.

BERITA

Arsad Ddin

5 September 2025
Bagikan :

Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan uji petik kontribusi perusahaan sawit untuk daerah (Foto: Dok. Disbunnak Kalbar)

Pontianak, HAISAWIT - Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat melakukan uji petik identifikasi kontribusi perusahaan perkebunan sawit. Kegiatan ini digunakan sebagai bahan monitoring dan evaluasi terhadap peran perusahaan sawit di wilayah Kalbar.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Heronimus Hero, SP., M.Si, memimpin langsung kegiatan uji petik. Ia menilai kontribusi sub sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah maupun penerimaan negara.

Dikutip dari laman Disbunnak Kalbar, Jumat (5/9/2025), kegiatan uji petik mencakup identifikasi nilai tambah dari buah sawit yang dinikmati pekebun, perusahaan, serta industri pengolahan CPO. Selain itu, dicatat pula kontribusi dari pajak dan penerimaan negara bukan pajak.

Pajak yang ditanggung perusahaan sawit beragam, mulai dari kewajiban pusat hingga provinsi dan kabupaten. Setoran tersebut menjadi salah satu sumber penerimaan penting untuk menunjang kegiatan pembangunan di berbagai daerah Kalimantan Barat.

Selain penerimaan negara, industri sawit juga memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Nilai tambah tersebut terlihat dari adanya lapangan kerja, keberadaan pabrik kelapa sawit, serta penguatan rantai pasok di sektor perkebunan.

Pemantauan melalui uji petik ini dilakukan secara bertahap pada sejumlah perusahaan perkebunan. Data yang dikumpulkan menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk melihat sejauh mana peran industri sawit dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Heronimus Hero menyampaikan bahwa perusahaan sawit di Kalimantan Barat diharapkan memiliki kinerja baik. Dengan kinerja yang konsisten, perusahaan dapat menjalankan kewajiban pajak dan retribusi sekaligus memberikan kontribusi signifikan untuk pembangunan daerah.

Kegiatan uji petik ini juga menekankan pentingnya hubungan harmonis antara perusahaan sawit dengan masyarakat sekitar. Hal tersebut dianggap menjadi faktor pendukung agar perusahaan dapat tumbuh sejalan dengan kesejahteraan masyarakat di wilayah perkebunan.

Pemerintah provinsi melihat potensi sawit di Kalimantan Barat bukan hanya dari sisi produksi buah, tetapi juga melalui kontribusi pajak, PNBP, dan nilai tambah industri. Semua aspek itu terpantau dalam proses uji petik yang dilakukan.

Hasil dari kegiatan uji petik selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi lebih lanjut. Data yang terkumpul digunakan untuk memastikan bahwa kontribusi perusahaan sawit dapat dirasakan secara nyata oleh pemerintah daerah dan masyarakat.***

Bagikan :

Artikel Lainnya