
Dok. YouTube Ditjen Perkebunan
Jakarta, HAISAWIT – Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun), Andi Nur Alam Syah, S.TP, M.T. memperkenalkan sistem keamanan siber mumpuni melalui aplikasi Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (SIPERIBU) yang telah mendapatkan sertifikasi resmi guna melindungi integritas data sawit nasional.
Langkah digitalisasi ini merupakan bagian strategis dari upaya Satuan Tugas (Satgas) Sawit dalam menciptakan transparansi laporan serta mengoptimalkan penerimaan negara melalui pendataan perusahaan perkebunan kelapa sawit secara lebih akurat dan terintegrasi.
Andi menjelaskan bahwa pemerintah telah membangun infrastruktur digital yang kuat untuk mendukung kerja operasional tim pembenahan tata kelola industri sawit di seluruh wilayah Indonesia sesuai mandat peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Melalui Perpres Nomor 9 tadi tahun 2023 tata kelola sawit tim satgas sawit sudah menggunakan platform digital aplikasi yang kita kembangkan yang kita sebut SIPERIBU.” ujar Andi, dikutip dari YouTube Ditjen Perkebunan, Rabu (04/02/2026).
Pihak otoritas menekankan pentingnya ketersediaan data tunggal sebagai instrumen utama dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor perkebunan secara presisi agar setiap program pemerintah dapat terlaksana dengan sasaran yang lebih tepat.
“Negara juga dalam merencanakan perkebunan ke depan harus punya database ini menjadi dasar data perkebunan yang sedang kita bangun.” ujarnya dalam memberikan pemaparan mengenai urgensi pengumpulan data dari seluruh pelaku usaha.
Sistem digital terbaru ini mencakup berbagai fungsi pengawasan dan pelayanan publik yang sangat krusial bagi ekosistem industri kelapa sawit nasional, antara lain:
- Sertifikasi keamanan siber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
- Integrasi peta digital bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
- Verifikasi status lahan melalui barcode tunggal.
Penerapan teknologi barcode tunggal tersebut bertujuan memangkas birokrasi verifikasi berulang sehingga para pekebun dapat lebih mudah mengakses program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta mempercepat perolehan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Manajemen data yang transparan menjadi syarat mutlak untuk membangun kepercayaan publik serta investor sekaligus menjamin bahwa seluruh proses bisnis perkebunan berjalan secara sehat dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.
“Harus terbuka sehingga negara pada ujung yang mendapatkan optimal mendapatkan penerimaan negara dan industri dan para perkebun juga secara sehat bisa membangun kebunnya.” ujarnya saat menutup penjelasan mengenai manfaat sistem keterbukaan informasi.
Aplikasi SIPERIBU mewajibkan seluruh perusahaan perkebunan melaporkan perkembangan usaha secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas publik guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi tata ruang dan izin penggunaan lahan yang telah ditetapkan.
Data yang terkumpul dalam pangkalan data tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk memitigasi tantangan global serta memperkuat posisi tawar komoditas kelapa sawit Indonesia melalui penyajian data yang valid dan tepercaya.***