Solusi Replanting, Sumbar Luncurkan Program Tebang Pohon Sawit Gratis

Balitbang Provinsi Sumatera Barat meluncurkan program Tebang Pohon Sawit Gratis bagi pemilik kebun. Inovasi ini bertujuan menjamin pasokan nira sebagai bahan baku industri gula sawit sekaligus meringankan beban biaya peremajaan lahan petani.

BERITA

Arsad Ddin

6 Februari 2026
Bagikan :

Ilustrasi sawit - HaiSawit


Sumatera Barat, HAISAWIT – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumatera Barat meluncurkan program Tebang Pohon Sawit Gratis guna mengatasi kendala biaya peremajaan sekaligus mengamankan bahan baku produksi gula sawit.

Langkah strategis ini hadir sebagai solusi bagi pemilik kebun yang seringkali membiarkan tanaman tidak produktif tetap berdiri. Tingginya upah tenaga kerja serta sewa alat berat menjadi hambatan utama eksekusi penebangan.

Dilansir dari laman Balitbang prov sumbar, Jum'at (06/02/2026), program inovatif ini menyasar ribuan hektare lahan kelapa sawit kategori tua melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kelompok usaha serta masyarakat lokal secara luas.

Pelaksanaan kegiatan teknis ini mengandalkan skema ekonomi sirkular. Skema tersebut memastikan setiap batang pohon yang telah ditebang langsung masuk ke dalam rantai produksi pengolahan nira sawit menjadi produk pemanis alami.

Pemanfaatan nira dari pohon tua merupakan hasil dari Kegiatan Perekayasaan Gula Sawit (KPGS) yang dilakukan secara mandiri. Inovasi teknologi ini menghubungkan ketersediaan sumber daya alam lokal dengan kebutuhan pasar industri.

Melalui program tersebut, pemilik lahan mendapatkan keuntungan berupa pembersihan area tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Biaya operasional penebangan sepenuhnya ditanggung melalui mekanisme kemitraan yang telah diatur oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat.

  • Menjamin ketersediaan bahan baku nira sawit secara berkelanjutan bagi unit pengolahan.
  • Menghilangkan beban finansial petani dalam proses awal peremajaan kelapa sawit.
  • Mendorong terciptanya lapangan kerja baru pada sektor pengolahan gula non-tebu.

Sistem kerja sama ini melibatkan pihak swasta dan perusahaan terbatas sebagai operator lapangan. Koordinasi intensif memastikan jadwal penebangan berjalan sesuai dengan kapasitas produksi pabrik gula sawit yang menjadi mitra utama.

Batang sawit yang sudah tidak menghasilkan buah seringkali menjadi sarang hama jika tidak segera dibersihkan. Oleh karena itu, percepatan penebangan berfungsi ganda sebagai upaya sanitasi lahan demi kesehatan tanaman baru.

Partisipasi masyarakat meningkat secara signifikan sejak layanan ini tersedia bagi publik. Banyak petani mandiri mulai mendaftarkan lahan milik sendiri untuk mendapatkan jadwal eksekusi penebangan dari tim teknis di lapangan secara bergantian.

Kelangsungan operasional industri gula sawit sangat bergantung pada suplai nira yang stabil. Inovasi ini memastikan rantai pasok tidak terputus karena tersedianya stok pohon tua yang siap dimanfaatkan setiap harinya tanpa terkendala biaya.

  • Optimalisasi sisa tanaman yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi komoditas bernilai jual tinggi.
  • Peningkatan pendapatan masyarakat sekitar melalui keterlibatan dalam proses penyadapan nira sebelum pohon benar-benar dirobohkan.

Program Tebang Pohon Sawit Gratis menjadi bagian tidak terpisahkan dari ekosistem inovasi daerah. Keberhasilan model ini menjadi acuan bagi wilayah lain dalam mengelola lahan perkebunan sawit rakyat yang sudah memasuki masa replanting.***

Bagikan :

Artikel Lainnya