
Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama PTPN IV Regional VII melaksanakan penanaman perdana padi gogo di lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai bagian dari program tumpang sari sawit dan tanaman pangan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Gunung Megang, Kamis (9/10). (Foto: Dok. Diskominfo Muara Enim)
Muara Enim, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama PTPN IV Regional VII memulai penanaman padi gogo di lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Fajar Indah, Kecamatan Gunung Megang. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah penguatan program swasembada pangan nasional.
Penanaman perdana berlangsung pada Kamis (9/10) dan dipimpin langsung Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., bersama Staf Ahli Kementerian Pertanian Bidang Investasi, Dr. Ir. Suwandi. Kegiatan ini turut dihadiri pejabat daerah dan perwakilan PTPN IV Regional VII.
Dikutip dari laman Pemkab Muara Enim, Rabu (15/10/2025), luas lahan yang digunakan mencapai 394 hektare. Lokasi tersebut merupakan bagian dari program Tanam Padi PTPN (TAMPAN) yang dijalankan di lahan peremajaan sawit milik mitra binaan PTPN IV Koperasi Bina Sejahtera.
Wakil Bupati Muara Enim menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan perkebunan rakyat melalui sistem tumpang sari. Penanaman padi gogo ini berfungsi memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Sumarni turut didampingi Kepala Dinas Perkebunan Muara Enim, Isdrin, ST., serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pemerintah berharap langkah ini mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menyediakan cadangan pangan daerah.
Kegiatan penanaman perdana juga dihadiri Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si. Kedua instansi berperan dalam mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut.
Pihak Pemkab Muara Enim memberikan apresiasi kepada PTPN IV yang dinilai telah mengambil peran penting dalam memperkuat kegiatan pertanian terpadu. Sinergi ini menunjukkan peran perusahaan perkebunan dalam mendukung produksi pangan di wilayah perkebunan.
Program tumpang sari sawit dan padi gogo ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi lahan yang sedang diremajakan. Pola tersebut memberi peluang bagi petani untuk tetap berproduksi selama masa pertumbuhan tanaman sawit baru.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Muara Enim. Melalui kerja sama lintas sektor, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kemandirian pangan di wilayahnya.
Kegiatan di Desa Fajar Indah tersebut sekaligus menandai pelaksanaan awal program TAMPAN di Muara Enim. Program ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan pangan lokal serta memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis lahan perkebunan sawit.***