
KPPKS Mandi Angin Desa Mayang Menggelar RAT (Foto: DKUP PemkabBangkabarat)
Desa Mayang, HAISAWIT – Koperasi Produsen Perkebunan Kelapa Sawit (KPPKS) Mandi Angin Desa Mayang menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana tahun buku 2025 sebagai langkah evaluasi kinerja operasional pada Selasa (03/02/2026).
Kegiatan penting ini berlangsung di Desa Mayang dengan menghadirkan pengurus, anggota, serta perwakilan instansi pemerintah daerah guna membahas capaian serta rencana pengembangan produktivitas lahan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.
Dilansir dari laman Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUP) Pemkab Bangka Barat, Kamis (05/02/2026), koperasi yang berdiri sejak tahun 2025 ini tercatat memiliki 20 orang anggota aktif dengan fokus utama pengelolaan lahan.
Sejumlah poin penting mengenai data dan perkembangan operasional yang dibahas dalam rapat tersebut meliputi rincian sebagai berikut:
- Jumlah anggota aktif sebanyak 20 orang petani lokal.
- Tahun pendirian koperasi pada 2025.
- Pelaksanaan pengolahan lahan yang sudah berjalan selama satu tahun buku.
Lembaga ini telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan swasta, Perseroan Terbatas Gunung Sawit Bina Lestari (PT GSBL), guna menjalankan program pengembangan kebun kelapa sawit dengan sistem pola plasma bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Indrawati Probo Dewi selaku perwakilan DKUP Bangka Barat, Arjoni sebagai penyuluh dari Dinas Pertanian (Distan), serta Ketua KPPKS Mandi Angin, Bapak Sumantir.
Sinergi antara pihak koperasi dan perusahaan mitra bertujuan mengoptimalkan potensi lahan perkebunan guna meningkatkan pendapatan asli keluarga bagi seluruh anggota yang tergabung dalam struktur organisasi ekonomi kerakyatan tersebut.
Pengurus menekankan bahwa pengolahan lahan yang telah dimulai merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan usaha tani kelapa sawit di Desa Mayang agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi wilayah.
Pelaksanaan RAT perdana ini berfungsi sebagai instrumen transparansi manajemen keuangan dan operasional kepada seluruh anggota setelah melewati tahun pertama masa kerja organisasi sejak pengesahan badan hukum pada tahun sebelumnya.
Selain aspek manajerial, kehadiran penyuluh dari Distan memberikan gambaran teknis mengenai standarisasi perawatan tanaman kelapa sawit agar hasil panen mencapai target produktivitas maksimal yang telah ditetapkan dalam rencana kerja.
Berikut merupakan agenda utama dalam pengembangan jangka panjang yang dirumuskan oleh pengurus KPPKS Mandi Angin:
- Peningkatan kualitas teknis pengolahan lahan kelapa sawit.
- Penyelarasan standar operasional prosedur bersama PT GSBL.
- Penyusunan target pendapatan anggota untuk tahun buku 2026.
Optimalisasi kerja sama plasma diproyeksikan mampu mengangkat kualitas hidup para petani peserta melalui sistem bagi hasil yang adil serta pendampingan teknis intensif dari pihak perusahaan mitra secara berkala.
KPPKS Mandi Angin memposisikan diri sebagai wadah kolektif yang berupaya menjadi percontohan bagi organisasi serupa di Kabupaten Bangka Barat dalam hal tata kelola administrasi dan kemitraan industri kelapa sawit.
Momentum rapat ini sekaligus menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk memantau perkembangan ekosistem perkebunan rakyat yang dikelola secara profesional guna memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komoditas unggulan di tingkat desa.
Melalui koordinasi intensif bersama PT GSBL, seluruh tahapan produksi mulai dari pembukaan lahan hingga distribusi hasil panen akan dipantau ketat demi memastikan keberhasilan ekonomi bagi dua puluh anggota koperasi tersebut.***