PT Teladan Prima Agro Tbk Bangun KCP dan Biogas Kedua di Kutai Timur, Perkuat Hilirisasi Sawit

PT Teladan Prima Agro Tbk mulai pembangunan pabrik pengolahan inti sawit dan pembangkit listrik biogas kedua di Kutai Timur. Proyek ini bertujuan memperkuat hilirisasi serta mengoptimalkan sumber daya melalui praktik ekonomi sirkular.

BERITA

Arsad Ddin

26 Januari 2026
Bagikan :

Kegiatan groundbreaking pabrik pengolahan inti sawit dan pembangkit listrik biogas kedua TLDN, Kutai Timur, Senin (26/01/2026). (Foto: Dok. TLDN)

Jakarta, HAISAWIT – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) resmi memulai pembangunan Kernel Crushing Plant (KCP) serta Biogas Power Plant (BPP) di Pengadan Baay Mill, Kutai Timur, Kalimantan Timur pada Senin, 26 Januari 2026.

Langkah strategis ini bertujuan memperkuat struktur hilirisasi kelapa sawit perusahaan melalui pemanfaatan teknologi pengolahan inti sawit dan limbah cair menjadi sumber energi terbarukan yang lebih efisien serta bernilai ekonomis tinggi.

Dilansir dari akun TLDN , Senin (26/01/2026), kegiatan Groundbreaking Pembangunan Kernel Crushing Plant dan Biogas Power Plant tersebut menandai perluasan infrastruktur produksi hijau yang berlokasi di wilayah Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur.

Proyek infrastruktur ini merupakan fasilitas kedua milik perusahaan, menyusul keberhasilan operasional pabrik serupa di Muara Bengkal yang telah memberikan kontribusi positif terhadap kinerja operasional sejak periode akhir tahun 2024 silam.

  • Pembangunan fasilitas terintegrasi ini mencakup dua komponen utama sebagai berikut:
  • Unit pengolahan inti sawit atau Kernel Crushing Plant (KCP) untuk menghasilkan minyak inti sawit.
  • Pembangkit listrik tenaga biogas atau Biogas Power Plant (BPP).

Manajemen mengintegrasikan kedua unit tersebut guna menjalankan praktik ekonomi sirkular secara optimal melalui pemanfaatan sumber daya tersedia dalam rantai produksi agar meminimalisir sisa buangan dari seluruh aktivitas pengolahan kelapa sawit.

Penerapan skema keberlanjutan menjadi dasar utama pemilihan teknologi pada proyek di Pengadan Baay Mill guna mendukung ketersediaan energi mandiri bagi operasional pabrik sekaligus meningkatkan profitabilitas dari seluruh produk turunan kernel.

Fasilitas baru tersebut nantinya memproses bahan baku secara mandiri sehingga meningkatkan kemandirian unit bisnis dalam mengelola produk sampingan tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak luar dalam seluruh skema rantai distribusi hilir.

Implementasi proyek strategis ini mencakup beberapa sasaran teknis utama sebagai berikut, peningkatan kapasitas pengolahan inti sawit di Kalimantan Timur, reduksi emisi gas rumah kaca melalui unit biogas, dan efisiensi biaya energi operasional pabrik kelapa sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya