Dok. YouTube Hai Sawit TV (Bincang Sawit Milenial)
Jakarta, HAISAWIT – Industri kelapa sawit nasional menghadapi tantangan besar berupa kekurangan tenaga kerja terdidik di tengah kebutuhan pasar yang luas bagi para lulusan baru perguruan tinggi pada tahun 2026.
Kesenjangan ketersediaan sumber daya manusia berkualitas menjadi perhatian utama dalam acara Bincang Sawit Milenial (BSM) yang diselenggarakan untuk mendorong keterlibatan mahasiswa pertanian dalam mengelola sektor perkebunan strategis milik negara Indonesia.
Kemal, mahasiswa Teknik Pertanian Universitas Brawijaya (UB), menceritakan temuan faktual saat melakukan praktik kerja lapangan mengenai kondisi komposisi tenaga kerja terampil yang masih didominasi oleh personel tanpa latar belakang pendidikan sarjana.
“Di sana itu karyawannya itu tidak banyak yang sarjana. Dan posisi tinggi pun ada yang tidak sarjana entah itu dia Manager Office atau mungkin yang ada di office.” ujar Kemal, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Jum'at (06/02/2026).
Minimnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang terjun langsung ke lapangan menciptakan peluang karir terbuka lebar bagi pemuda yang memiliki kompetensi teknis serta kemampuan manajerial untuk menduduki berbagai posisi administratif maupun operasional.
“Industri sawit itu memang butuh SDM teman-teman. Iya banyak, banyak banget dari yang bawah sampai benar-benar atas." ungkap mahasiswa semester tujuh tersebut saat menjelaskan potensi penyerapan tenaga kerja secara masif di sektor perkebunan.
Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) berkompeten mencakup berbagai aspek teknis yang memerlukan ketelitian tingkat tinggi. Beberapa kebutuhan mendesak pada perusahaan perkebunan kelapa sawit meliputi:
- Tenaga ahli mekanisasi pertanian untuk efisiensi produksi lapangan.
- Asisten manajer kebun dengan latar belakang pendidikan sains terapan.
- Analisis laboratorium untuk memastikan standar kualitas minyak sawit mentah.
Banyak perusahaan perkebunan kini menawarkan program pengembangan kepemimpinan guna menjaring bakat terbaik dari universitas. Program ini bertujuan menciptakan pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan keberlanjutan serta digitalisasi di industri sawit.
Kemal mengajak rekan sesama mahasiswa untuk segera mengambil kesempatan emas ini mengingat para pimpinan perusahaan besar sering kali kesulitan menemukan kandidat lokal yang siap pakai guna mengisi jabatan struktural penting.
“Sayang banget nih kalau dari atasan-atasan yang sudah sukses di sawit ini sampai mencari-cari padahal peluangnya banyak, harusnya kita langsung kejar aja tuh sawitnya.” tegas Kemal menjelaskan urgensi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil.
Guna mengatasi masalah rekrutmen tersebut, platform Hai Sawit berencana menggelar Palm Oil Career Expo (POCE) di Medan sebagai sarana pertemuan antara pihak pemberi kerja dengan para pencari kerja lulusan terbaik.
Acara POCE bakal menyediakan informasi lowongan pekerjaan secara fisik maupun daring guna memastikan seluruh mahasiswa dari berbagai wilayah dapat mengakses peluang karir profesional pada industri kelapa sawit nasional secara merata.***