
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan arahan dalam Taklimat Presiden pada Pembukaan Rakornas Pemerintah Pusat
-Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin, 2 Februari 2026. (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Bogor, HAISAWIT – Presiden Republik Indonesia (RI) menyampaikan posisi tawar strategis komoditas perkebunan nasional saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (02/02/2026).
Kepala Negara mengungkapkan bahwa stok minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) milik Indonesia kini menjadi komoditas yang sangat dinantikan oleh berbagai pemimpin negara di tengah situasi ketidakpastian kondisi ekonomi global saat ini.
Dalam arahan tersebut, pemimpin negara menceritakan pengalaman pribadinya saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri dan bertemu dengan banyak kepala negara lain yang sangat membutuhkan pasokan minyak goreng maupun produk turunan lainnya.
“Saya ke dunia keliling-keliling, hampir semua pemimpin negara minta saya. ‘Kami mohon Indonesia, tolong suplai kelapa sawit, CPO,” ujar Prabowo, dikutip dari laman Presiden RI, Rabu (11/01/2026).
Permohonan bantuan suplai tersebut datang dari berbagai kawasan, mulai dari Timur Tengah hingga wilayah Eropa Timur, yang menunjukkan betapa krusialnya peran Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di tingkat pasar dunia.
“Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus. Di mana-mana, ‘Tolong, kelapa sawit, tolonglah,” ungkapnya saat memberikan taklimat di hadapan ribuan pejabat pusat dan daerah tersebut.
Tingginya ketergantungan internasional terhadap Indonesia didorong oleh beragamnya produk derivatif yang dihasilkan dari tanaman ini, mulai dari bahan baku pangan, sabun, hingga sektor energi terbarukan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat dunia.
Berikut adalah beberapa sektor kunci yang memanfaatkan produk turunan kelapa sawit Indonesia secara masif:
- Industri pangan global untuk pembuatan roti dan minyak goreng.
- Produksi alat kebersihan seperti sabun dan detergen cair.
- Sektor energi sebagai bahan baku pembuatan biodiesel serta avtur.
Presiden menjelaskan alasan logis di balik tingginya permintaan tersebut dengan menyebut kelapa sawit sebagai tanaman ajaib yang memiliki efisiensi serta kegunaan sangat luas jika dibandingkan dengan komoditas minyak nabati jenis lainnya.
“Kelapa sawit bagi saya, saya katakan itu miracle crop. It is miracle crop,” kata Kepala Negara yang sekaligus memaparkan potensi hilirisasi komoditas ini menjadi sumber kekuatan ekonomi baru bagi bangsa Indonesia.
Pemerintah berencana meningkatkan nilai tambah melalui pembangunan industri oleofood serta pengembangan bioavtur dari minyak jelantah guna menghentikan ekspor bahan mentah secara bertahap demi menjaga kedaulatan energi serta memenuhi kebutuhan domestik terlebih dahulu.
Rencana hilirisasi kelapa sawit tersebut menjadi bagian dari delapan belas proyek prioritas yang dimulai tahun ini, dengan total nilai investasi mencapai Rp618 triliun dan diproyeksikan bakal menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru di daerah.***