Sawit Masuk Daftar Prioritas Ekspor, IEU-CEPA Dukung Akses Pasar Lebih Luas

Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa telah menyelesaikan putaran terakhir perundingan IEU-CEPA. Kesepakatan ini membuka peluang besar bagi ekspor produk kelapa sawit nasional untuk menikmati tarif impor nol persen ke pasar Eropa.

BERITA

Arsad Ddin

25 Juli 2025
Bagikan :


Jakarta, HAISAWIT – Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan politik tingkat tinggi untuk mendorong penyelesaian perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Kesepakatan itu menjadi sinyal terbukanya akses pasar yang lebih besar bagi sejumlah komoditas unggulan nasional, termasuk minyak kelapa sawit dan turunannya yang selama ini masuk daftar ekspor utama ke Eropa.

Dalam daftar prioritas ekspor ke Uni Eropa, sawit tercatat berkontribusi sebesar US$1,6 miliar pada 2024. Nilai ini berada di urutan tertinggi di antara 20 komoditas unggulan Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menjelaskan kebijakan tarif dalam IEU-CEPA berpotensi meningkatkan daya saing sejumlah komoditas.

“Komoditas-komoditas ini akan menjadi fokus utama dalam mendorong ekspor ke Eropa, apalagi jika IEU-CEPA diberlakukan, tarif impor yang saat ini berkisar 5–10 persen dapat turun menjadi 0 persen, meningkatkan daya saing kita secara signifikan,” ujar Ali, dikutip dari laman Indonesia, Kamis (24/07/2025).

Ali juga membandingkan posisi Indonesia dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara yang telah lebih dulu meneken kerja sama perdagangan bebas dengan Uni Eropa.

“Dengan turunnya tarif menjadi 0 persen, dan bila kita bandingkan dengan negara kompetitor seperti Vietnam yang sudah memiliki FTA dengan Uni Eropa, maka posisi Indonesia akan semakin kompetitif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut kesepakatan IEU-CEPA sebagai capaian penting dalam diplomasi perdagangan bilateral.

“Ini adalah sebuah breakthrough dalam perdagangan internasional di Indonesia dan Uni Eropa yang telah memakan hampir satu dekade dalam negosiasi,” ucap Anindya, dalam pernyataan resminya.

Ia juga menginformasikan adanya kolaborasi lanjutan antara pelaku usaha dari kedua wilayah untuk memaksimalkan manfaat perjanjian dagang tersebut.

“Saya bertemu dengan CEO Business Europe yang merupakan ‘Kadin’-nya Eropa, Kadin Indonesia dan Business Eropa akan melakukan kolaborasi intensif agar pelaku usaha dan pemimpin bisnis di Uni Eropa dan Indonesia bisa memanfaatkan CEPA,” tuturnya.

Menurut data pemerintah, ekspor ke Uni Eropa pada 2024 mencapai US$17,35 miliar. Komoditas sawit menjadi salah satu penyumbang terbesar dari total nilai ekspor tersebut.

Pemerintah menargetkan peningkatan ekspor nasional sebesar 50 persen dalam tiga tahun ke depan, seiring rampungnya pembahasan substansi IEU-CEPA. Komoditas unggulan seperti sawit akan mendapat prioritas dalam penguatan pasar.***

Bagikan :

Artikel Lainnya