Kerja Sama Berkelanjutan Pekebun Kecil dan Perusahaan Sawit Kembangkan Peluang Usaha Nagari di Pesisir Selatan

Kolaborasi antara pekebun kecil dan perusahaan sawit di Pesisir Selatan membuka peluang usaha baru melalui pembangunan infrastruktur, pendampingan intensifikasi, serta pengembangan unit pengolahan TBS. Program ini mendorong peningkatan produktivitas dan memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat nagari.

BERITA

Arsad Ddin

1 Desember 2025
Bagikan :

Perkebunan Kelapa Sawit (Foto: pesisirselatankab.go.id)

Pesisir Selatan, HAI SAWIT – Program penguatan perkebunan di Kabupaten Pesisir Selatan menunjukkan perkembangan baru melalui kemitraan antara pekebun kecil dan perusahaan sawit yang mendukung peningkatan akses, produktivitas, serta nilai tambah hasil panen.

Kerja sama ini berjalan seiring pembangunan sarana pendukung perkebunan, mulai dari penyediaan pupuk, pestisida, hingga pengadaan bibit yang mendorong petani mengembangkan usaha berbasis komoditas sawit di tingkat nagari.

Dilansir dari laman Pemkab Pesisir Selatan, Senin (01/12/2025), Yoni Syafrizal dari Pemkab, mencatat bahwa kolaborasi tersebut mencakup pembangunan Jalan Usaha Tani, pendampingan intensifikasi, penyediaan benih, serta pengembangan unit pengolahan TBS menjadi minyak mentah, minyak merah, dan minyak goreng.

Lebih lanjut disebtukan, sinergi pekebun dan perusahaan juga terlihat pada proses monitoring bantuan, yang melibatkan pemerintah nagari, dinas provinsi, dan lembaga pekebun agar setiap dukungan dapat memberi manfaat langsung bagi usaha kecil di wilayah setempat.

Jalan Usaha Tani di Nagari Sungai Pulai menjadi salah satu contoh infrastruktur yang mempercepat mobilitas warga, memudahkan pengangkutan hasil panen, serta menekan biaya operasional bagi koperasi dan kelompok tani.

Lembaga pekebun yang terlibat memanfaatkan dukungan itu untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha turunan sawit, dan membuka peluang pengembangan industri rumahan yang berorientasi pada pemanfaatan hasil kebun.

Program kemitraan ini memberikan ruang bagi pekebun kecil berperan sebagai pemilik sekaligus pengelola usaha, dengan dukungan perusahaan besar yang menyediakan pendampingan teknis serta akses pengembangan rantai pasok.

Pembangunan unit pengolahan TBS di beberapa nagari membuka kesempatan baru untuk meningkatkan nilai ekonomi produk sawit, sekaligus memperkuat usaha bersama di tingkat koperasi.

Dalam catatan Yoni tersebut, infrastruktur yang dibangun melalui program ini memberi dampak langsung pada efisiensi petani dalam mengelola kebun, terutama pada akses menuju area produksi dan rute distribusi hasil panen.

Sejumlah nagari mulai memanfaatkan kemitraan ini sebagai fondasi penguatan usaha lokal, terutama pada pengembangan sektor pengolahan dan akses pemasaran berbasis komunitas pekebun.

Di Pesisir Selatan, kerja sama berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peluang usaha nagari melalui peningkatan produktivitas, dukungan infrastruktur, serta pengembangan nilai tambah komoditas sawit di tingkat masyarakat.***

Bagikan :

Artikel Lainnya