
Gambar Ilustrasi Lahan Sawit - Hai Sawit
Jakarta, HAISAWIT – Provinsi Riau resmi mengukuhkan posisi sebagai wilayah pemilik perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia berdasarkan pemutakhiran data statistik nasional yang dirilis pada Juli tahun 2025 lalu.
Capaian luas lahan yang menyentuh angka jutaan hektar ini menempatkan Bumi Lancang Kuning sebagai motor utama penggerak industri sawit nasional dengan kontribusi lahan paling signifikan dibandingkan provinsi lainnya.
Dilansir dari laman bps.go.id, Sabtu (07/02/2026), luas tanaman perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau pada tahun 2024 mencapai 3.408,68 ribu hektar atau setara dengan tiga juta empat ratus ribu hektar lebih.
Angka tersebut menunjukkan dominasi mutlak mengingat total luas lahan kelapa sawit secara nasional menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berada pada kisaran 16.005,06 ribu hektar di seluruh wilayah Indonesia.
Berikut adalah rincian perbandingan luas lahan kelapa sawit pada beberapa provinsi besar di Pulau Sumatera berdasarkan data sementara tahun 2024:
- Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan luas sebesar 1.357,23 ribu hektar.
- Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki luas lahan sebesar 1.239,77 ribu hektar.
- Provinsi Jambi mengelola kawasan perkebunan kelapa sawit seluas 952,39 ribu hektar.
Jika membandingkan data antarwilayah, luas lahan di Riau bahkan melampaui gabungan luas perkebunan sawit milik Sumatera Utara dan Sumatera Selatan yang menjadi pesaing terdekat di wilayah bagian barat.
Dominasi Riau tidak hanya terjadi pada skala regional Sumatera, melainkan juga tetap unggul saat disandingkan dengan provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan yang memiliki karakteristik lahan serupa bagi pertumbuhan kelapa sawit.
Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki 2.156,99 ribu hektar, sedangkan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berada pada angka 2.164,25 ribu hektar.
Statistik ini membuktikan bahwa konsentrasi penanaman komoditas kelapa sawit masih terpusat di Riau dengan selisih mencapai satu juta hektar lebih dibandingkan dengan wilayah-wilayah di bagian pusat Borneo tersebut.
Ketimpangan luas lahan antarprovinsi ini memperlihatkan bahwa struktur ekonomi perkebunan di Riau sangat bergantung pada keberhasilan pengelolaan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan utama bagi masyarakat maupun korporasi di sana.
Selain kelapa sawit, data BPS juga mencatat keragaman komoditas perkebunan lain di wilayah tersebut meskipun secara angka tidak ada yang mampu mendekati skala luas lahan tanaman minyak nabati tersebut.
- Luas lahan kelapa di Riau tercatat sebesar 442,79 ribu hektar.
- Lahan tanaman karet di wilayah ini seluas 225,30 ribu hektar.
- Luas tanaman kakao hanya berada pada angka 3,42 ribu hektar.
Penyebaran lahan sawit yang masif di Riau menjadi bukti nyata mengenai kesesuaian agroklimat serta sejarah panjang pengembangan perkebunan yang sudah dilakukan sejak beberapa dekade silam di wilayah semenanjung tersebut.
Data luas lahan ini merupakan angka sementara tahun 2024 yang dihimpun melalui Survei Perusahaan Perkebunan serta laporan rutin dari Dinas Perkebunan tingkat provinsi maupun kabupaten di seluruh penjuru Indonesia.
Kepemilikan lahan seluas 3,4 juta hektar ini sekaligus memberikan gambaran mengenai besarnya potensi produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang dihasilkan dari tanah Riau setiap tahunnya.
Keunggulan luas lahan tersebut menempatkan Riau sebagai pemegang kendali penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan bahan baku industri sawit, baik untuk keperluan ekspor luar negeri maupun memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.***