BPDP Tingkatkan Kapasitas SDM Sawit dengan Kurikulum Pendidikan Berbasis SKKNI

Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi sawit dengan kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

BERITA

Sahnia Mellynia

27 Januari 2026
Bagikan :

Yogyakarta, HAISAWIT – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Sawit Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di Yogyakarta pada 22–23 Januari 2026.

Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi sawit dengan kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Workshop diikuti 37 perguruan tinggi dengan 86 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, asosiasi pendidikan, dan pemangku kebijakan. Kegiatan dilaksanakan BPDP bekerja sama dengan Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perkebunan.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah menyampaikan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan faktor kunci peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit, sehingga kurikulum pendidikan tinggi perlu berbasis kompetensi.


Kegiatan ini dihadiri Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Baginda Siagian, perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta unsur Komite Pengembangan SDM Perkebunan.

Selama workshop, peserta membahas penyusunan kurikulum berbasis SKKNI melalui diskusi kelompok yang difokuskan pada empat bidang, yaitu kebun atau agronomi, pabrik atau pengolahan, manajemen, serta teknologi dan informasi.

Melalui kegiatan ini, BPDP menargetkan tersusunnya kerangka kurikulum pendidikan tinggi sawit yang terstandar, aplikatif, dan relevan untuk menghasilkan lulusan kompeten yang mendukung keberlanjutan industri perkebunan nasional.


Bagikan :

Artikel Lainnya