
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menggelar Rapat Seminar Proposal Kajian Strategi Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di ruang rapat Bappeda, Rantau Selatan, Kamis (16/10/2025). (Foto: Diskominfo Labuhanbatu)
Labuhanbatu, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Rapat Seminar Proposal Kajian Strategi Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di ruang rapat Bappeda, Rantau Selatan, Kamis (16/10/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) H. Zuhri SE, mewakili Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG., M.KM. Seminar tersebut menjadi wadah pembahasan untuk mencari solusi atas rendahnya produktivitas sawit rakyat di daerah tersebut.
Dalam paparannya, Zuhri menyampaikan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional, termasuk di Labuhanbatu yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi sawit di Sumatera Utara.
“Beberapa strategi untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dapat dilakukan dengan intensifikasi budidaya melalui praktek agronomi yang baik seperti pemupukan dan perawatan yang baik, penguatan kelembagaan petani serta pemanfaatan teknologi dan pendampingan secara berkelanjutan,” ujar Zuhri, dikutip dari laman Diskominfo Labuhanbatu, Sabtu (18/10/2025).
Ia menambahkan, sebagian besar perkebunan di Labuhanbatu dikelola oleh petani kecil yang memiliki keterbatasan sumber daya. Kondisi ini menyebabkan produktivitas lahan sawit rakyat masih jauh di bawah potensi optimal yang seharusnya bisa dicapai.
Menurut Zuhri, kendala yang dihadapi petani sawit rakyat di daerah tersebut cukup kompleks. Mulai dari akses terhadap permodalan, keterbatasan teknologi, hingga minimnya pengetahuan dalam praktik agronomi yang baik.
“Permasalahan yang sering dihadapi perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Labuhanbatu sering kali menghadapi beberapa kendala seperti, keterbatasan akses terhadap modal, kurangnya teknologi dan pengetahuan yang mengakibatkan rendahnya produktivitas dan pendapatan petani sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial dan kerusakan lingkungan,” jelasnya.
Melalui kajian strategi ini, pemerintah daerah berupaya menyusun langkah yang lebih terarah dan berbasis data agar produktivitas sawit rakyat dapat ditingkatkan secara berkelanjutan. Pendekatan ini juga mencakup kerja sama dengan perusahaan perkebunan dan lembaga nonpemerintah.
Selain peningkatan kapasitas petani, program kemitraan menjadi salah satu upaya yang dipertimbangkan. Kolaborasi tersebut dinilai mampu membantu petani rakyat dalam hal akses pembiayaan, distribusi pupuk, serta penerapan teknologi pertanian modern.
Labuhanbatu sendiri merupakan kabupaten dengan luas areal perkebunan sawit yang signifikan di Sumatera Utara. Komoditas ini menjadi penggerak utama perekonomian daerah, sehingga peningkatan produktivitas sawit rakyat dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui hasil kajian dan diskusi yang dilakukan dalam seminar tersebut, pemerintah daerah berharap strategi peningkatan produktivitas sawit rakyat dapat segera diterapkan secara terpadu, dengan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan agar industri sawit Labuhanbatu semakin berdaya saing.***