
Kick-Off Meeting Program POWERRR Project berlangsung di Samarinda, hasil kolaborasi Solidaridad, JAGASAWITAN, JAPBUSI, dan GAPKI yang berkomitmen mendorong terwujudnya industri sawit berkelanjutan dan ramah perempuan, Kamis (23/10/2025). (Foto: Dok. GAPKI.)
Samarinda, HAISAWIT – Upaya membangun industri sawit yang lebih inklusif dan berkeadilan gender kini mendapat momentum baru. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama Solidaridad resmi meluncurkan Program POWERRR di Samarinda, Jumat (31/10/2025).
Program bertajuk Kesetaraan Perempuan dan Kelapa Sawit melalui Sumber Daya, Hak, dan Keterwakilan di Indonesia ini berfokus pada penguatan peran perempuan di sektor kelapa sawit, terutama di wilayah Kalimantan Timur.
Peluncuran POWERRR merupakan hasil kolaborasi antara Solidaridad dan Jaringan Ketenagakerjaan Sawit Berkelanjutan (JAGASAWITAN), gabungan dari Jejaring Serikat Pekerja/Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) dan GAPKI. Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan model kerja inklusif di sektor sawit nasional.
Presidensi JAGASAWITAN sekaligus Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM, Sumarjono Saragih, menyampaikan pentingnya kemitraan multipihak dalam memperkuat kesetaraan gender di industri sawit.
“Inisiatif ini adalah langkah konkret untuk membangun sinergi multipihak. GAPKI terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk Solidaridad. Kami ingin memastikan kesetaraan dan keadilan gender di sektor sawit. Hak perempuan pekerja harus dihormati, dilindungi, dan dijamin dari kekerasan,” ujar Sumarjono, dikutip dari laman GAPKI, Jumat (31/10/2025).
Ia menambahkan, program ini juga berperan dalam memperkuat peran serikat pekerja di tingkat kebun sebagai penggerak perubahan sosial yang nyata.
“Melalui program POWERRR, kami akan memperkuat kapasitas serikat agar mampu mengintegrasikan perspektif gender dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan mekanisme perlindungan dari kekerasan di tempat kerja,” ujarnya.
Program POWERRR akan menjangkau sekitar 3.500 perempuan yang terlibat di rantai pasok kelapa sawit Kalimantan Timur. Dari jumlah tersebut, 1.500 merupakan petani perempuan, sedangkan 2.000 lainnya adalah pekerja perempuan di perusahaan perkebunan.
Peserta akan mendapatkan pelatihan literasi keuangan dan peningkatan kapasitas dari konsorsium mitra seperti Syngenta, Solidaridad, Perempuan Mahardika, serta Pusat Studi Gender Universitas Mulawarman (PSG Unmul).
Selain itu, petani perempuan akan dibekali pelatihan Good Agriculture Practices (GAP), sementara pekerja perempuan akan dilatih mengenai penggunaan bahan kimia yang aman, pengelolaan limbah, dan kebijakan perlindungan anak.
Kegiatan peluncuran turut dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Perkebunan dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Hadir pula perwakilan GAPKI, serikat pekerja F HUKATAN, 15 perusahaan sawit, dan organisasi masyarakat sipil.
Program POWERRR di Kalimantan Timur menjadi percontohan nasional untuk pengembangan model kerja berkeadilan dan ramah perempuan di sektor sawit. Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi industri kelapa sawit Indonesia menuju praktik keberlanjutan yang lebih inklusif dan setara.***