Dengan peringkat kredit stabil di level idA, PalmCo dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam menjaga kinerja keuangan. Kondisi ini memberi ruang bagi pengembangan usaha sawit di berbagai wilayah.
Arsad Ddin
24 September 2025Dengan peringkat kredit stabil di level idA, PalmCo dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam menjaga kinerja keuangan. Kondisi ini memberi ruang bagi pengembangan usaha sawit di berbagai wilayah.
Arsad Ddin
24 September 2025
Jakarta, HAISAWIT – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mendapat kenaikan peringkat kredit dari PEFINDO. Peringkat perusahaan naik dari idA- menjadi idA dengan prospek stabil, menandai fondasi keuangan yang lebih kuat di sektor sawit.
Kenaikan peringkat tersebut tidak hanya berlaku pada entitas perusahaan, tetapi juga pada sejumlah instrumen keuangan. Beberapa di antaranya adalah MTN II Tahun 2021, MTN III Tahun 2019 Seri A dan B, serta Sukuk Ijarah II Tahun 2019.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa, menilai penilaian tersebut menjadi indikator penting dari strategi transformasi yang dijalankan perusahaan. Ia menyampaikan bahwa hasil itu juga memperlihatkan efektivitas kebijakan dalam menjaga kinerja finansial.
“Kami percaya bahwa hasil ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga kesehatan finansial perusahaan, mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi, serta memastikan efisiensi dalam operasional,” ujar Jatmiko, Minggu (21/9/2025), dikutip dari laman PTPN IV, Rabu (24/9/2025).
PEFINDO dalam laporannya menyebut sejumlah faktor yang memperkuat peringkat PalmCo. Antara lain luasnya areal perkebunan yang dikelola, diversifikasi bisnis, serta stabilitas harga minyak sawit mentah (CPO) yang mendukung daya tahan perusahaan.
PalmCo saat ini memiliki lahan tertanam seluas 618.935 hektare, tersebar di Sumatera hingga Kalimantan. Selain sawit, perusahaan juga mengelola karet, kopi, dan teh yang menambah diversifikasi portofolio usaha.
“Besarnya skala operasi kami bukan hanya soal ukuran, tetapi tentang bagaimana memanfaatkannya untuk meningkatkan produkfivitas, menciptakan nilai tambah dan daya saing,” tambah Jatmiko.
Dalam satu tahun terakhir, PalmCo juga berhasil memperbaiki rasio utang, memperkuat arus kas, serta melakukan strategi refinancing dan reprofiling terhadap sejumlah instrumen keuangan. Langkah itu dinilai memperbaiki posisi keuangan secara berkelanjutan.
Meski demikian, tantangan tetap ada. PEFINDO menilai sensitivitas terhadap harga komoditas global, potensi cuaca ekstrem, hingga ekspansi hilir menjadi risiko yang perlu diperhatikan dalam jangka menengah.
PalmCo juga disebut masih memiliki peluang kenaikan peringkat, terutama jika mampu memperkuat integrasi vertikal dan mengoptimalkan seluruh area perkebunan. Hal ini mencakup lahan yang dikelola dalam skema Kerja Sama Operasi (KSO).
“Kami akan terus mengoptimalkan area perkebunan melalui peningkatan kinerja semua perkebunan, termasuk yang berada dalam operasi bersama (KSO), untuk mencapai produktivitas yang seragam dan kuat,” kata Jatmiko.***