
Ilustrasi Perkebunan Sawit - Hai Sawit/Arsad Ddin
Bali, HAI SAWIT – Pemerintah menyiapkan pengembangan kebun plasma dan kebun inti sebagai bagian dari strategi nasional penguatan industri Sawit, yang sekaligus membuka peluang Tenaga Kerja Baru dalam jumlah besar.
Kementerian Pertanian menyampaikan program tersebut dirancang memperluas kapasitas hulu untuk mendukung pertumbuhan industri Sawit, termasuk penciptaan Tenaga Kerja Baru di berbagai wilayah pengembangan.
Dalam paparannya di Bali, Plt. Dirjen Perkebunan Abdul Roni Angkat menjelaskan perluasan kebun plasma 400.000 hektare dan kebun inti 200.000 hektare akan memperkuat struktur hulu industri Sawit.
Ia mengatakan program tersebut juga dilengkapi pembangunan pabrik kelapa sawit dan fasilitas hilir yang tersebar di sejumlah provinsi guna menyiapkan ruang pertumbuhan dan penyerapan Tenaga Kerja Baru.
Pada sesi berbeda, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan mengenai posisi sawit dalam agenda ketahanan pangan dan energi nasional serta pentingnya penguatan kebijakan hulu hingga hilir.
“Produksi sawit harus menjadi kekuatan domestik. Hilirisasi bukan sekadar pilihan, tetapi kewajiban untuk memperkuat swasembada pangan dan kemandirian energi nasional,” ujar Amran, dikutip dari laman Ditjenbun, Rabu (19/11/2025).
Amran kemudian menambahkan bahwa kebutuhan energi berbasis sawit terus meningkat dan seluruh unsur industri perlu bergerak selaras agar kapasitas produksi nasional mampu mengimbangi permintaan.
“Dengan kebutuhan biodiesel yang mencapai 15,86 juta kiloliter pada 2025, kita harus memastikan peningkatan produksi dan efisiensi industri dari hulu sampai hilir,” kata Amran.
Kementerian Pertanian menyampaikan program strategis tersebut diproyeksikan menyerap lebih dari 566 ribu Tenaga Kerja Baru, seiring pelebaran kapasitas industri Sawit dari aspek produksi hingga hilirisasi.
Penguatan kebun plasma dan kebun inti juga diarahkan mendukung pemerataan kegiatan produksi, terutama melalui peningkatan kapasitas petani, layanan pendampingan, serta dukungan kelembagaan di daerah.
Selain itu, fasilitas pengolahan yang dibangun di wilayah pengembangan diproyeksikan memperkuat rantai pasok industri Sawit, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah menekankan bahwa seluruh program perluasan kebun terhubung dengan agenda hilirisasi yang ditujukan memperkuat daya saing industri Sawit dan menyediakan peluang Tenaga Kerja Baru secara berkelanjutan.***