Kotawaringin Barat Dorong Pekebun Sawit Swadaya Siap Sertifikasi ISPO

Dinas Pertanian Kotawaringin Barat bersama PT Sawit Center Indonesia melatih pekebun sawit swadaya agar mampu menjalankan audit internal menuju sertifikasi ISPO. Pelatihan yang berlangsung di Pangkalan Bun ini melibatkan 20 peserta dari 10 desa di lima kecamatan.

BERITA

Arsad Ddin

7 Oktober 2025
Bagikan :

Dinas Pertanian Kotawaringin Barat bersama PT Sawit Center Indonesia menggelar pelatihan audit Internal Control System ISPO bagi pekebun sawit swadaya di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Senin (6/10/2025). (Foto: Dok. MMC Kobar)

Kobar, HAISAWIT - Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bekerja sama dengan PT Sawit Center Indonesia menggelar pelatihan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi pekebun sawit swadaya. Kegiatan berlangsung di Hotel Mercure Pangkalan Bun pada 6–10 Oktober 2025.

Pelatihan ini menghadirkan 20 peserta yang terdiri dari pekebun sawit serta tim Internal Control System (ICS) dari 10 desa di lima kecamatan. Tujuan utama kegiatan ialah membekali peserta mengenai teknik audit internal untuk sertifikasi ISPO.

Direktur PT Sawit Center Indonesia Yogyakarta, Sri Gunawan, menyampaikan dukungan atas kerja sama dengan Dinas Pertanian Kobar. Ia menegaskan pelatihan telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi narasumber maupun materi yang disajikan.

“Kami telah menyiapkan para narasumber yang berkompeten serta materi lengkap terkait sertifikasi ISPO dan pelatihan audit ICS bagi para pekebun di Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujar Sri Gunawan, dikutip dari laman MMC Kobar, Selasa (7/10/2025).

Kepala Dinas Pertanian Kobar, Kris Budi Hastuti, menjelaskan bahwa sertifikasi ISPO merupakan kewajiban sesuai Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 dan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025. Karena itu, pelatihan seperti ini menjadi bagian penting dari proses persiapan.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan penuh peserta selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, agenda pelatihan tidak hanya berupa kelas teori, tetapi juga praktik lapangan yang memberi pengalaman langsung kepada pekebun sawit.

“Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai, termasuk kunjungan lapangan ke salah satu lembaga petani yang telah tersertifikasi ISPO di Kabupaten Kotawaringin Barat,” jelas Kris Budi.

Selama lima hari kegiatan, peserta mendapatkan pemahaman teknis mengenai audit internal. Materi yang diberikan mencakup persyaratan ISPO, mekanisme pengendalian internal, hingga praktik penyusunan dokumen pendukung sertifikasi.

Program ini juga menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam mendukung keberlanjutan sawit di tingkat pekebun swadaya. Pelatihan didanai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang dialokasikan untuk Kabupaten Kobar.

Selain materi kelas, peserta dijadwalkan mengunjungi lembaga pekebun sawit di Kobar yang telah mengantongi sertifikat ISPO. Kunjungan ini menjadi sarana belajar langsung mengenai praktik budidaya dan manajemen kelembagaan.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 6 Oktober akan berakhir pada 10 Oktober 2025. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan ISPO di desa-desa pengusul sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Kotawaringin Barat.***

Bagikan :

Artikel Lainnya