Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia ke India melonjak tajam sepanjang lima bulan pertama 2025. Kebijakan penurunan tarif impor oleh India menjadi pemicu utama naiknya volume pengiriman dari Indonesia.
Arsad Ddin
31 Juli 2025Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia ke India melonjak tajam sepanjang lima bulan pertama 2025. Kebijakan penurunan tarif impor oleh India menjadi pemicu utama naiknya volume pengiriman dari Indonesia.
Arsad Ddin
31 Juli 2025
Bengkulu, HAISAWIT – Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia ke India mengalami peningkatan signifikan sepanjang lima bulan pertama tahun 2025. Kenaikan ini dipicu kebijakan tarif impor baru yang diterapkan oleh India.
Penurunan tarif bea masuk minyak sawit oleh India berdampak langsung terhadap volume pengiriman dari Indonesia. India kembali mencatatkan diri sebagai negara tujuan ekspor utama CPO asal Indonesia.
Dilansir dari rri.co.id, Kamis (31/07/2025), volume ekspor minyak sawit Indonesia ke India meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Permintaan naik seiring kebutuhan domestik India yang terus tumbuh.
Pertumbuhan populasi dan industri makanan olahan di India menjadi faktor pendorong utama lonjakan kebutuhan minyak nabati, termasuk CPO. Tren ini memberikan dampak positif terhadap perdagangan minyak sawit Indonesia.
Selain CPO, ekspor produk turunan seperti biodiesel dan oleokimia juga mulai diarahkan ke pasar India. Diversifikasi produk ini menjadi langkah untuk memperluas jangkauan ekspor ke sektor-sektor baru.
Pemerintah melalui asosiasi minyak sawit nasional melakukan upaya penguatan kerja sama sektor agrikultur dengan India. Salah satu bentuknya melalui penyediaan bibit unggul dan dukungan teknis pertanian.
Langkah tersebut bertujuan menjaga hubungan dagang dan meningkatkan posisi Indonesia di pasar minyak nabati dunia. India menjadi mitra strategis di tengah dinamika perdagangan global.
Dalam kondisi meningkatnya ekspor, isu tata kelola dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian. Sertifikasi dan standar lingkungan internasional menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pasar.
Kebijakan dagang India tahun ini memberikan peluang baru bagi pelaku industri sawit Indonesia. India menjadi satu dari sedikit negara yang membuka akses pasar lebih luas untuk CPO asal Indonesia.
Proyeksi ekspor CPO Indonesia ke India pada tahun ini diperkirakan menembus angka lebih dari 5 juta ton. Data ini menjadi indikasi tumbuhnya permintaan dan potensi ekspor ke depan.***