
Direktorat Jenderal Perkebunan menggelar program integrasi padi gogo pada lahan Peremajaan Sawit Rakyat di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. (Foto: Dok. Ditjenbun Kementan)
Pandeglang, HAISAWIT – Pemerintah menggelar penanaman perdana padi gogo secara tumpang sisip pada lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Panacaran, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang pada September 2025.
Kegiatan digelar oleh Kelompok Tani Suka Tani I dengan memanfaatkan lahan PSR yang selama proses peremajaan sempat tidak produktif, dan ditanami padi gogo sebagai langkah integrasi pangan dan perkebunan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan optimalisasi lahan perkebunan penting untuk meningkatkan produksi pangan dan memberi nilai tambah ekonomi bagi petani saat menunggu tanaman sawit kembali produktif.
“Lahan peremajaan sawit rakyat jangan sampai dibiarkan kosong. Dengan tumpang sisip padi gogo, kita dapat menambah produksi beras sekaligus memberikan nilai ekonomi tambah bagi petani,” ujar Andi Amran Sulaiman, dikutip dari laman Ditjenbun Kementan, Selasa (2/9/2025).
Heru Tri Widarto, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, menyampaikan pola tumpang sisip membuka kesempatan pendapatan tambahan bagi petani selama masa peremajaan sawit.
“Integrasi ini membuka peluang besar bagi petani untuk memperoleh pendapatan tambahan sambil menunggu tanaman sawit menghasilkan,” ujar Heru Tri Widarto.
Sumarna, ketua Kelompok Tani Suka Tani I, menyampaikan apresiasi terhadap program dan menilai kondisi lahan kering di Pandeglang sesuai untuk pengembangan padi gogo dengan pola tumpang sisip.
“Pandeglang memiliki potensi lahan kering yang luas. Kehadiran program padi gogo tumpang sisip ini akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan produksi padi di daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional,” ujar Sumarna.
Kementerian Pertanian mencatat distribusi benih varietas Inpago 13 Fortiz selesai pada Juli 2024, sebanyak 217.840 kilogram untuk luasan 10.829 hektare di Kabupaten Pandeglang.
Selain benih, penyaluran herbisida sebanyak 21.784 liter telah selesai pada Agustus 2025. Penyaluran pestisida direncanakan menyusul setelah proses tanam berjalan sesuai musim tanam di Banten.
Alokasi Calon Pekarangan Calon Lahan (CPCL) padi gogo Provinsi Banten tahun anggaran 2025 tercatat 15.354 hektare, terdiri atas 10.829 hektare di Pandeglang, 4.389 hektare di Lebak, dan 136 hektare di Serang.***