
Jakarta, HAISAWIT – Pasar komoditas kelapa sawit dalam negeri mencatatkan fluktuasi harga yang berujung pada pelemahan tipis saat transaksi pasar fisik ditutup secara resmi pada periode akhir pekan ini.
Koreksi harga terjadi secara merata pada beberapa bursa komoditas lokal dan internasional, yang dipicu oleh perubahan nilai tukar mata uang serta penyesuaian stok kontrak pengiriman di pasar global.
Dilansir dari laman Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Selasa (27/01/2026), harga Crude Palm Oil (CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat turun dari Rp14.825 menjadi Rp14.800 per kilogram.
Data transaksi pasar fisik tersebut mencakup penyerahan komoditas untuk wilayah Dumai, Belawan, serta Kalimantan Timur dengan rincian pergerakan angka sebagai berikut:
- Harga CPO di bursa Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) berada pada posisi Rp14.690 per kilogram.
- RBD Olein di Jakarta Futures Exchange (JFX) mengalami kenaikan tipis menjadi Rp17.415 per kilogram.
- Bursa Malaysia Derivatives Exchange (MDEX) mencatat penurunan harga CPO dari RM4.142 menuju angka RM4.128 per ton.
Pelemahan di bursa Malaysia memberi pengaruh langsung terhadap pembentukan harga acuan lokal, mengingat keterkaitan erat antara pasar fisik domestik dengan sentimen perdagangan di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya.
Nilai tukar rupiah juga mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat ke posisi Rp16.902, sehingga memengaruhi nilai konversi harga ekspor bagi para pelaku usaha di sektor perkebunan kelapa sawit.
Sementara itu, harga minyak nabati pesaing seperti Soybean Oil di Chicago Board of Trade (CBOT) terpantau stabil pada angka 53,99 sen dolar per pon di tengah ketidakpastian kondisi pasar.
Pasar Eropa juga menunjukkan aktivitas perdagangan yang signifikan dengan rincian harga komoditas pendukung lainnya sebagai berikut:
- Harga CPO asal Indonesia dan Malaysia di pelabuhan Rotterdam mencapai US$ 1.280 per ton.
- RBD Olein asal Malaysia dengan skema Free on Board (FOB) tercatat naik ke posisi US$ 1.072 per ton.
Kenaikan harga produk turunan seperti Olein di pasar JFX menjadi pembeda di tengah tren penurunan harga bahan baku mentah yang dialami oleh sebagian besar pelaku industri pengolahan sawit.
Situasi pasar ini mencerminkan dinamika permintaan global yang masih mencari titik keseimbangan baru menjelang periode pengiriman bulan Februari mendatang, sesuai dengan kontrak yang telah disepakati oleh para pedagang.
Penurunan tipis pada harga KPB Nusantara sebesar Rp25 per kilogram menjadi indikator utama bahwa tekanan pasar internasional telah terserap sepenuhnya ke dalam sistem perdagangan komoditas di tingkat nasional.
Informasi pergerakan angka ini menjadi rujukan bagi petani dan perusahaan perkebunan dalam menentukan strategi penjualan serta pengelolaan stok logistik pada gudang penyimpanan di berbagai wilayah pelabuhan utama.***