
Jakarta, HAISAWIT – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar fisik dalam negeri mencatatkan kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan hari Selasa, 20 Januari 2026.
Kenaikan harga ini terpantau di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang menjadi acuan utama transaksi fisik bagi para pelaku industri kelapa sawit di wilayah Indonesia.
Dilansir dari laman Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Rabu (21/01/2026), harga CPO pada sesi penutupan pasar fisik tercatat sebesar Rp14.550 per kilogram untuk penyerahan wilayah Dumai, Belawan, dan Katari.
Angka tersebut menunjukkan adanya lompatan harga sebesar Rp150 jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp14.400 per kilogram.
Penguatan harga pada penutupan pasar 20 Januari 2026 ini juga sejalan dengan pergerakan positif di bursa internasional, terutama pada Malaysia Derivatives Exchange (MDEX) yang menjadi barometer global.
Berikut adalah detail posisi harga komoditas pada penutupan bursa dan pasar fisik per 20 Januari 2026 untuk penyerahan kontrak bulan Februari 2026:
- CPO KPB Nusantara: Rp14.550 per kilogram.
- MDEX CPO: 4.066 Ringgit Malaysia (MYR) per ton.
- Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX): Rp14.405 per kilogram.
- Jakarta Futures Exchange (JFX) Olein: Rp17.310 per kilogram.
Di bursa Malaysia, harga penutupan menunjukkan kenaikan 34 poin dari posisi 4.032 MYR menjadi 4.066 MYR per ton, yang memberikan dorongan sentimen positif bagi pasar domestik.
Sementara itu, produk turunan berupa Refined Bleached Deodorized (RBD) Olein di JFX turut mengalami kenaikan tipis sebesar Rp10 dari posisi Rp17.300 menjadi Rp17.310 per kilogram.
Pergerakan harga komoditas ini terjadi di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang, di mana posisi kurs tengah Rupiah (IDR) berada di level Rp16.935 per Dollar Amerika Serikat.
Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing sering kali memberikan dampak langsung terhadap daya saing harga ekspor komoditas perkebunan di pasar internasional bagi para produsen.
Selain data domestik dan Malaysia, pasar global juga mencatat pergerakan pada komoditas substitusi seperti minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) yang mencapai 52,56 sen.
Posisi harga minyak nabati lain yang relevan bagi para pelaku usaha di sektor kelapa sawit berdasarkan rujukan data terbaru adalah sebagai berikut:
- CBOT Soybean: 1.053,0 USCents per bushel.
- Soy Oil: 52,56 US Cents per pound.
- RBD Olein FOB Malaysia: US$ 1.045 per ton.
Kenaikan harga di level KPB Nusantara menjadi indikator penting bagi para petani dan pengusaha kebun dalam menentukan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat pabrik.
Data penutupan pasar 20 Januari 2026 memperlihatkan optimisme pasar terhadap ketersediaan stok serta permintaan minyak sawit dunia yang tetap stabil menjelang akhir bulan pertama tahun ini.***