Kenaikan Harga KPB Nusantara Menjadi Acuan Baru Transaksi Sawit

Harga CPO KPB Nusantara menguat ke level Rp15.025 per kilogram pada penutupan transaksi 27 Januari 2026. Capaian ini menjadi acuan baru transaksi fisik saat bursa ICDX dan JFX mengalami kenaikan harga serupa.

BERITA

Arsad Ddin

29 Januari 2026
Bagikan :


Ilustrasi buah sawit - HaiSawit

Jakarta, HaiSawit – Pasar fisik minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia menunjukkan penguatan signifikan pada penutupan transaksi yang berlangsung Selasa, 27 Januari 2026, di berbagai bursa komoditas utama.

Kenaikan harga ini terjadi secara merata baik pada pasar fisik domestik maupun bursa berjangka internasional. Kondisi pasar yang bergairah memberikan sinyal positif bagi para pelaku usaha di seluruh rantai pasok industri.

Dilansir dari laman GAPKI, Kamis (29/01/2026), harga Crude Palm Oil (CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPB Nusantara) untuk penyerahan Delivered Dumai, Belawan, dan Katapang tercatat menguat menjadi Rp15.025 per kilogram.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada pada level Rp14.950 per kilogram. Lonjakan harga fisik ini secara otomatis menjadi barometer baru bagi penentuan harga transaksi tandan buah segar.

Penguatan harga tidak hanya terjadi pada pasar fisik KPB Nusantara saja. Bursa domestik lainnya seperti Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) juga mencatatkan kenaikan harga CPO yang cukup signifikan bagi para trader.

Pada bursa ICDX, harga minyak sawit mentah ditutup pada angka Rp14.955 per kilogram. Nilai ini naik tipis dari posisi penutupan tanggal 26 Januari 2026 yang sebelumnya masih tertahan pada level Rp14.800 per kilogram.

Sementara itu, produk turunan berupa Olein (OLE) pada Jakarta Futures Exchange (JFX) juga mengalami apresiasi harga. Berikut adalah rincian pergerakan harga komoditas pada pasar domestik dan pasar fisik yang menjadi acuan utama:

  • KPB Nusantara (CPO): Rp15.025 per kilogram (naik dari Rp14.950).
  • ICDX (CPO): Rp14.955 per kilogram (naik dari Rp14.800).
  • JFX (Olein): Rp17.610 per kilogram (naik dari Rp17.490).

Kenaikan harga di pasar lokal sejalan dengan pergerakan positif pada Malaysia Derivatives Exchange (MDEX). Kontrak CPO di bursa Malaysia tersebut ditutup pada level 4.182 Ringgit per ton, meningkat dari posisi sebelumnya 4.172 Ringgit.

Sektor hilir juga mencatat kenaikan harga pada produk Refined Bleached Deodorized (RBD) Olein asal Malaysia. Harga Free on Board (Fob) Malaysia untuk komoditas tersebut kini bertengger pada angka US$1.097,50 per metrik ton.

Situasi pasar global di Rotterdam tetap stabil dengan harga minyak sawit mentah asal Indonesia dan Malaysia pada posisi US$1.285 per ton. Angka ini mencerminkan daya saing sawit yang tetap kuat di Eropa.

Di sisi lain, pergerakan mata uang memberikan pengaruh terhadap nilai transaksi perdagangan internasional. Berikut adalah rangkuman nilai tukar mata uang atau middle rate terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang memengaruhi valuasi komoditas:

  • Nilai tukar Rupiah (IDR): Rp16.779,00 per dolar AS.
  • Nilai tukar Ringgit (MYR): 3,972 per dolar AS (setara Rp4.223,81).

Pasar komoditas nabati lainnya seperti kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turut memberikan gambaran peta persaingan harga global. Kedelai Chicago berada pada posisi 1.067,2 sen per bushel dengan harga minyak kedelai 54,41 sen.

Seluruh data transaksi ini mengonfirmasi bahwa posisi tawar kelapa sawit Indonesia semakin solid di awal tahun. Kenaikan harga fisik menjadi dasar kuat bagi perusahaan dalam mengatur strategi penjualan serta distribusi logistik nasional.***

Bagikan :

Artikel Lainnya