TSE Group meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan Compressed Biomethane Gas pertama di Merauke, Papua, Jumat (1/8/2025), menjadi contoh nyata pengelolaan limbah kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Arsad Ddin
19 Agustus 2025TSE Group meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan Compressed Biomethane Gas pertama di Merauke, Papua, Jumat (1/8/2025), menjadi contoh nyata pengelolaan limbah kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Arsad Ddin
19 Agustus 2025
Merauke, HAISAWIT – TSE Group melalui unit usahanya, PT Berkat Cipta Abadi (BCA), meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Compressed Biomethane Gas (CBG) pertama di Papua. Peresmian digelar di Merauke pada Jumat (1/8/2025).
Acara bertajuk “Green Power, Born from Waste” ini dihadiri Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu, jajaran DPRD Merauke, dan Kapolres Merauke Leonardo Yoga.
Presiden Komisaris TSE Group, Robert Seung, menyampaikan pentingnya fasilitas ini bagi visi perusahaan.
“Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan fasilitas Compressed Biomethane Gas yang kita resmikan hari ini merupakan realisasi dari visi TSE Group dalam membangun industri kelapa sawit yang berkelanjutan, efisien, terdepan, ramah lingkungan, dan menyejahterakan masyarakat sekitar,” ujar Robert Seung, dikutip dari laman TSE Group, Selasa (19/8/2025).
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyampaikan dukungan pemerintah terhadap proyek biogas ini.
“Ini adalah langkah awal yang baik. Saya mengucapkan terima kasih untuk TSE Group karena telah memulai proyek biogas di Papua. Mudah-mudahan peresmian biogas di Kabupaten Merauke bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain di Papua,” katanya.
Bupati Merauke, Yoseph Gebze, juga memberikan sambutan terkait fasilitas energi terbarukan ini.
“Pemerintah dan masyarakat Merauke mengucapkan selamat atas terbangunnya fasilitas yang ada. Ke depan, kita berharap dengan adanya fasilitas penghasil energi terbarukan ini pembangunan di Merauke akan menuju ke pembangunan ramah lingkungan,” ujar Yoseph Gebze.
Fasilitas ini mampu mengolah 1.000 m³ limbah cair kelapa sawit (POME) setiap hari. Proses biogas menghasilkan gas metana yang sebagian digunakan untuk kebutuhan listrik pabrik dan kantor perusahaan.
TSE Group menargetkan pengembangan fasilitas serupa di lima unit usaha lainnya. Perusahaan juga memperluas inisiatif energi hijau, termasuk penggunaan kendaraan listrik, energi surya, dan pupuk ramah lingkungan.
Fasilitas yang telah dibangun ini menjadi salah satu proyek energi terbarukan pertama di Papua Selatan. Upaya ini mencerminkan langkah nyata industri sawit dalam mengelola limbah menjadi sumber energi terbarukan.
Dengan hadirnya PLTBg dan CBG di Merauke, pemerintah daerah dan masyarakat setempat memiliki akses langsung pada inovasi pengelolaan limbah kelapa sawit yang ramah lingkungan.***