
Staf Ahli Pembangunan Kabupaten Luwu Timur Rapiuddin Tahir melepas peserta kegiatan peningkatan SDM sawit di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Minggu (20/07/2025). (Foto: Dok. Warta Lutim)
Makassar, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menekankan pentingnya perubahan pola pikir petani sawit agar memiliki semangat kewirausahaan dalam mengelola perkebunan kelapa sawit secara mandiri dan berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Pembangunan Kabupaten Luwu Timur, Rapiuddin Tahir, saat melepas peserta program peningkatan kapasitas SDM sawit di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Minggu (20/07/2025).
“Ini bukan hanya pelatihan kelapa sawit biasa, tetapi wadah untuk mencetak pola pikir enterpreneurship, yakni menjadi petani sekaligus pengusaha sukses,” ujar Rapiuddin, dikutip dari laman Warta Lutim, Senin (21/07/2025).
Ia menyebutkan, pendekatan baru berbasis enterpreneurship diyakini dapat mendorong petani sawit menjadi pelaku ekonomi yang lebih kuat dan adaptif terhadap tantangan sektor perkebunan.
Selain itu, Rapiuddin juga menyampaikan pandangan terkait posisi strategis kelapa sawit dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Luwu Timur.
“Kelapa sawit ini adalah salah satu penggerak perekonomian esensial di kabupaten Luwu Timur. Olehnya itu, diharapkan bapak/ibu mampu memahami dengan baik tata kelola kelapa sawit yang modern melalui pelatihan yang diberikan,” katanya.
Acara pelepasan peserta dihadiri jajaran kepala OPD lingkup Pemkab Luwu Timur, pengurus kelompok tani sawit, serta peserta yang akan mengikuti pelatihan lanjutan di Kota Makassar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dengan LPP Agro Nusantara Yogyakarta dalam bidang pengembangan SDM perkebunan sawit.
Sebanyak empat kategori pelatihan telah dijadwalkan, mulai dari pemetaan kebun, penguatan kelembagaan, budidaya, hingga panen dan pascapanen. Seluruh kegiatan berlangsung mulai Juli hingga September 2025.
Jumlah peserta pada setiap kategori bervariasi. Misalnya, pelatihan pemetaan diikuti 29 orang, sementara pelatihan budidaya melibatkan 89 peserta dari berbagai kelompok tani sawit di Luwu Timur.
Informasi dari laman resmi Warta Luwu Timur menyebutkan bahwa seluruh kegiatan pelatihan akan dilaksanakan di Hotel Claro Makassar dan terbagi dalam beberapa jadwal berbeda sesuai jenis pelatihannya.***