Inovasi paper bag berbahan tandan kosong kelapa sawit berhasil masuk daftar 115 inovasi paling prospektif di Indonesia. Produk ramah lingkungan ini digagas peneliti melalui riset intensif sejak 2019 dengan dukungan BPDPKS.
Arsad Ddin
28 Agustus 2025Inovasi paper bag berbahan tandan kosong kelapa sawit berhasil masuk daftar 115 inovasi paling prospektif di Indonesia. Produk ramah lingkungan ini digagas peneliti melalui riset intensif sejak 2019 dengan dukungan BPDPKS.
Arsad Ddin
28 Agustus 2025
Jakarta, HAISAWIT - Inovasi paper bag biodegradable dari pulp tandan kosong kelapa sawit (TKKS) masuk daftar 115 karya inovasi Indonesia paling prospektif. Produk ini dikembangkan sebagai solusi ramah lingkungan menggantikan polybag plastik untuk pembibitan sawit.
Penelitian dilakukan sejak 2019 oleh tim peneliti yang melibatkan sejumlah pakar dari berbagai bidang. Kajian ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) melalui kontrak PRJ-25.6/DPKS/DIT.IV/2024.
Dirangkum dari laman BPDP, Kamis (28/8/2025), TKKS diketahui memiliki serat pendek-sedang dengan panjang serat 0,87–1,1 mm. Potensi ini menjadikan TKKS bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti kertas industri.
Tahap awal penelitian dilakukan dengan optimasi beating pulp TKKS untuk memperkuat ikatan antarserat. Selanjutnya ditambahkan bahan internal sizing, bahan peretensi kationik, serta penguat kering guna meningkatkan daya tahan kertas ketika digunakan.
Penambahan resin sintetik biodegradable menjadi bagian penting dalam proses. Uji coba dilakukan pada enam jenis resin dengan variasi dosis hingga 15 persen untuk memperoleh kekuatan basah yang sesuai kebutuhan pembibitan.
Resin kationik berbasis azetidinium dan etilen imin terbukti efektif membentuk ikatan dengan selulosa. Hasil uji menunjukkan perbandingan kekuatan tarik basah dan kering mencapai 68 persen, angka yang menjanjikan untuk aplikasi lapangan.
Proses pembuatan dilakukan dengan metode handsheet making berbasis pulp TKKS bergramatur 125 g/m2. Tahap berikutnya adalah pengempaan pada tekanan 200 kg/cm2 dan pemanasan pada suhu 120°C selama dua menit.
Meski uji biodegradabilitas menunjukkan proses degradasi berjalan lambat tanpa mikroba, sifat terurai dari paper bag ini tetap lebih baik dibandingkan polybag plastik. Hal ini menjadi nilai tambah bagi inovasi berbasis TKKS.
Fakta lain dari penelitian ini adalah perbandingan pulp kimia dan termomekanis. Hasil menunjukkan pulp kimia memberikan sifat kekuatan lebih tinggi sehingga lebih potensial untuk menghasilkan kertas pembibitan sawit berkualitas.
Dari enam jenis resin yang diuji, biodegradable resin turunan amin-epiklorohidrin serta etilen-amin memberikan hasil kekuatan basah paling baik. Uji coba pembibitan langsung di lapangan saat ini sedang dilakukan.
Selain itu, paten paper bag berbasis pulp TKKS telah diajukan secara resmi. Langkah ini menandai upaya untuk memperkuat hak kekayaan intelektual atas inovasi yang memanfaatkan limbah sawit menjadi produk bernilai guna.***