Riau, HAISAWIT - Best
Planter Indonesia (BPI) kembali dipercaya menjadi penyelenggara pelatihan
teknis budidaya kelapa sawit pada tanggal 11 – 15 Agustus 2025 di Hotel Bono
dengan peserta dari Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan pelatihan ini mendapat
dukungan penuh dari BPDP dan rekomendasi teknis dari Ditjenbun.
Kegiatan
pelatihan yang berlangsung selama 5 hari ini dibagi menjadi 2 lokasi, yaitu
sesi kelas dan sesi kunjungan lapang. Pada hari ke-4 pelatihan, dilakukan
kunjungan lapang ke PT Aneka Inti Persada dan PT Aneka Sawit Lestari (Minamas
Group) dengan Alamat Desa Tualang dan Desa Meredan, Kec. Tualang, Kabupaten
Siak, Riau 28772.
Rombongan
peserta pelatihan berangkat jam 7 pagi dari hotel Bono menuju PT Aneka Inti
Persada – PT AIP (Kebun Minamas Group), sampai dilokasi pembibitan sekitar jam
9 pagi. Rombongan disambut oleh Area Controller PT AIP Bp. Mirlansyah beserta
tim. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Area Controller dan pengenalan
pembibitan PT AIP oleh Bp. Adi Sutrisno.
Di pembibitan
dijelaskan dan dipraktekan proses penanaman kecambah (plumula dan radikula) ke
babybag dan diberi perlakukan mikoriza sebanyak 50 gram. Kemudian praktek
pindah tanam dari pre-nursery (PN) ke main-nursery (MN). Didalam largebag
diberi juga perlakuan mikoriza sebanyak 100 gram, baru dimasukkan bibit PN.
Disampaikan juga penjelasan dan contoh bibit abnormal yang harus diseleksi,
baik di PN maupun di MN. Pembibitan di PT AIP Sebagian besar menggunakan benih
i-chalik yang diproduksi sendiri oleh Minamas Group (PT Aneka Sawit Lestari).
Kunjungan
lapang dilanjutkan ke titik pembukaan lahan (replanting) menggunakan sistem
tumbang chipping. Sebagian besar areal replanting adalah areal bergelombang,
sehingga perlu dibuat terasan dan kemiringan jalan diatur maksimal 5 derajat
untuk memudahkan aksesibilitas, dan tiap jalan tersambung diujung bukit. Untuk
mencegah erosi dan tangkapan hujan juga dibuat rorak diantara pokok sawit.
Titik
ketiga kunjungan berpindah ke PT Aneka Sawit Lestari – PT ASL (Kebun induk
Minamas Group) didesa Meredan. Pada titik ini, peserta melihat langsung proses
penyerbukan (polinasi) buatan dipohon induk, yaitu penyemprotan serbuk sari ke
bunga betina, kemudian bunga betina disungkup pakai karung khusus. Di titik
kunjungan ini dijelaskan proses produksi benih i-chalik, mulai dari polinasi
buatan, pemanenan tandan, pemipilan brondolan, pengupasan mesocarp, seleksi
cangkang, penyimpanan cangkang sampai tumbuh plumula dan radikula. Proses
produksi benih ini memakan waktu sekitar 4 bulan. Dijelaskan juga syarat
pemesanan benih oleh pekebun sawit yaitu fotokopi KTP dan fotokopi surat tanah.
Minimal order adalah 200 butir kecambah.
Titik
keempat kunjungan adalah areal high conservation value (nilai konservasi
tinggi) berupa pengelolaan areal sempadan Sungai, penanaman pohon (penghijauan)
untuk habitat tanaman dan satwa. Pohon diareal konservasi diberi tagging,
dimana PT ASL bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Didalam areal
konservasi ada gazebo untuk peristirahatan. Areal konservasi ini menjadi salah
satu persyaratan dalam sertifikasi ISPO dan sertifikasi RSPO yang diperoleh PT
ASL (Minamas Group) sejak tahun 2009.
Kegiatan
kunjungan lapang berakhir selepas istirahat siang, ditutup dengan pemberian
kenang – kenangan dari tim BPI ke tim PT AIP dan PT ASL (Minamas Group). Kata
penutupan (closing statement) disampaikan oleh Dr.Shahrakbah Yacob selaku Head
Research PT ASL. Dengan ini berakhir seluruh rangkaian kegiatan kunjungan
lapang, peserta dan tim BPI pamit untuk kembali ke hotel Bono di Pekanbaru.
Terima
kasih BPDP, terima kasih Ditjenbun, terima kasih BPI, terima kasih Minamas.