Kementan Dorong Integrasi Sawit-Sapi di Dharmasraya untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Kementerian Pertanian mendorong penguatan peternakan melalui integrasi sawit-sapi di Dharmasraya. Program ini dinilai mampu menekan biaya pakan, memperluas lahan penggembalaan, serta meningkatkan ekonomi lokal berbasis potensi kebun sawit.

BERITA

Arsad Ddin

9 September 2025
Bagikan :

Bupati Dharmasraya menghadiri pertemuan dengan Kementerian Pertanian membahas penguatan sektor peternakan melalui integrasi sawit-sapi di Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Foto: Dok. Ditjen PKH Kementan RI)

Jakarta, HAISAWIT – Kementerian Pertanian mendorong penguatan sektor peternakan dengan mengoptimalkan potensi perkebunan sawit di Dharmasraya. Langkah ini disampaikan dalam pertemuan antara pejabat Kementan dan Bupati Dharmasraya pada Kamis (4/9/2025).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menekankan perlunya formulasi yang tepat dalam pembangunan ekosistem peternakan di daerah tersebut. Ia menilai integrasi sawit dengan ternak sapi memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

“Aspirasi harus diformulasikan dengan baik melalui mekanisme yang tepat. Kita juga perlu membangun ekosistem peternakan di Dharmasraya yang terintegrasi dari bibit, pakan, hingga produksi,” ujar Agung, dikutip dari laman Ditjen PKH Kementan RI, Selasa (9/9/2025).

Agung menjelaskan bahwa program Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) dapat menjadi solusi untuk memperkuat peternakan. Pola tersebut menggabungkan kebun sawit dengan pengelolaan sapi secara terpadu, mulai dari pakan hingga penggembalaan.

“Melalui pola SISKA, perusahaan sawit dapat kita dorong untuk mendukung penyediaan pakan dan lahan penggembalaan sapi. Dengan begitu, kita bisa membangun ekosistem peternakan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Agung, pemanfaatan kebun sawit untuk integrasi sapi bisa menekan biaya pakan dan memperluas akses lahan bagi peternak. Selain itu, sistem ini juga berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyambut baik dukungan yang diberikan pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya penguatan peternakan rakyat melalui program terpadu yang berbasis pada potensi lokal.

“Kami mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan peternakan. Pada prinsipnya, penguatan sektor peternakan ini berangkat dari rakyat dan untuk rakyat. Kami juga menyampaikan sejumlah usulan terkait lahan, pengembangan sapi, serta skema pembiayaan yang lebih berpihak kepada peternak,” jelas Annisa.

Pertemuan ini membahas sejumlah poin penting, termasuk peluang investasi, pembiayaan, serta pemanfaatan kebun sawit dalam menunjang pakan ternak. Integrasi sawit-sapi disebut sebagai salah satu strategi memperkuat sektor peternakan di wilayah tersebut.

Langkah bersama ini menjadi bagian dari upaya memperluas sentra peternakan di Sumatera Barat. Melalui pola kolaborasi, pemerintah pusat dan daerah berupaya mengoptimalkan kebun sawit Dharmasraya agar dapat memberi nilai tambah bagi perekonomian lokal.***

Bagikan :

Artikel Lainnya