Mengenal Gula Merah Sawit, Pemanis Alami Rendah Karbon dari Batang Replanting

Pemanfaatan nira dari batang kelapa sawit hasil peremajaan menjadi alternatif sumber gula merah nasional. Inovasi ini mengoptimalkan limbah replanting untuk memperkuat ketahanan pangan serta menekan ketergantungan impor gula di Indonesia.

ARTIKEL

Arsad Ddin

18 Januari 2026
Bagikan :

Replanting Sawit. (Foto: bpdp.or.id)

Jakarta, HaiSawit - Pemanfaatan nira dari batang kelapa sawit hasil peremajaan menjadi solusi baru untuk memenuhi kebutuhan gula domestik sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan nasional melalui produk gula merah.

Sumber produksi gula alternatif ini memanfaatkan pohon yang sudah tidak produktif saat masa penebangan. Pengolahan nira sawit menjadi gula merah memberikan nilai tambah ekonomi bagi sektor perkebunan Indonesia.

Dilansir dari laman BPDP, Minggu (18/01/2026), Indonesia memiliki lahan sawit seluas 16,8 juta hektare dengan potensi peremajaan empat persen atau sekitar 572 ribu hektare per tahun yang menghasilkan 3,9 juta ton gula.

Ketergantungan Indonesia terhadap gula impor saat ini masih sangat tinggi. Data menunjukkan konsumsi gula domestik melonjak drastis dari 3,3 juta ton pada tahun 2000 menjadi 7,9 juta ton tahun 2023.

Keunggulan Gula Merah Sawit

Produk ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan gula tebu dari sisi kesehatan dan lingkungan:

  • Jenis Gula: Mengandung fruktosa yang dinilai lebih sehat daripada gula sukrosa asal tebu.
  • Jejak Karbon: Memiliki tingkat emisi karbon mendekati nol karena diproduksi dan dikonsumsi dalam lingkup lokal.
  • Ekonomi Sirkular: Memanfaatkan limbah batang hasil peremajaan tanpa memerlukan pembukaan lahan baru atau Land Use Changes (LUC).
  • Perlindungan Tanaman: Proses pengambilan nira membantu menekan serangan hama kumbang tanduk (Oryctes) yang sering menyerang tanaman muda.

Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PASPI) menyatakan bahwa gula merah sawit sangat berkelanjutan. Ketersediaan bahan baku terjamin sepanjang tahun mengikuti jadwal program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Harga produk ini relatif terjangkau bagi masyarakat. Minimnya biaya produksi muncul karena sumber bahan baku berasal dari batang sawit yang memang harus ditumbang saat proses replanting.

Proses Pengolahan Nira Sawit

Pengolahan dilakukan dengan teknik khusus pada batang yang sudah tidak produktif lagi, biasanya pada usia sekitar 30 tahun. Berikut adalah langkah-langkah teknis pengolahannya:

  • Penebangan Batang: Memilih pohon dengan ketinggian 12-15 meter yang kemudian ditumbang dan dibersihkan dari dahan-dahannya.
  • Persiapan Umbut: Menyisakan bagian umbut sekitar 60 centimeter sebagai titik keluarnya air nira yang akan ditampung.
  • Penyadapan Berkala: Melakukan pengirisan umbut sedalam 2 centimeter setiap pagi dan sore hari untuk merangsang keluarnya nira.
  • Penambahan Bahan Alami: Mencampur air nira dengan air rendaman batang nangka dan soda sebanyak setengah gayung per ember penampung.
  • Produksi Harian: Mengumpulkan hasil nira yang rata-rata mencapai 15 liter per hari dari setiap batang pohon sawit.
  • Pemasakan dan Pencetakan: Memasak nira hingga berwarna kemerahan, lalu memasukkannya ke dalam cetakan hingga mengering secara alami.

Rendemen gula yang dihasilkan berkisar antara 20 hingga 30 persen dari total nira. Setiap pohon sanggup memproduksi sekitar 1,2 hingga 1,75 kilogram gula merah per hari selama masa produksi aktif.

Produksi gula merah sawit saat ini sudah tersebar di 26 provinsi dan lebih dari 250 kabupaten. Hal ini menjamin ketersediaan fisik dan keterjangkauan bagi konsumen di berbagai wilayah pelosok Indonesia.

Terdapat potensi produksi sekitar 6,84 ton gula merah per hektare lahan replanting selama 30 hari masa penyadapan nira. Angka ini didasarkan pada asumsi rata-rata produksi harian nira petani di lapangan.

Amerika Serikat telah menggunakan sirup fruktosa sejak tahun 1970-an untuk mengurangi ketergantungan impor. Gula merah sawit kini menjadi opsi serupa bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara mandiri.***

Bagikan :

Artikel Lainnya