
Bekasi, HAISAWIT - Himpunan Mahasiswa Teknologi Produksi Tanaman
Perkebunan (HIMATEKPRO) resmi menyelenggarakan Tenaco “Tekpro
National Competition 2025”. Kompetisi ini mengusung tema besar “MITOGEN Z:
Mission to Orbit Gen Z Innovation.” Tema tersebut dirancang untuk mendorong
kreativitas dan inovasi generasi muda dalam menjawab tantangan masa depan. Ibu
Halida Adistya selaku Kepala Program Studi TPTP menyampaikan dalam sambutannya
“Acara ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk
menunjukkan kemampuan terbaiknya .
Tenaco menjadi ajang prestasi yang
mempertemukan talenta-talenta unggulan generasi Z”. Tenaco tahun ini
menghadirkan empat kategori lomba yaitu Produk Inovasi, Esai, Videografi, dan
Seni Tari. Keempat kategori tersebut dirancang untuk menggali berbagai
kemampuan lintas bidang yang dimiliki peserta. Melalui kategori produk inovasi,
peserta ditantang menciptakan solusi kreatif berbasis teknologi perkebunan.
Sementara pada lomba esai, peserta diharapkan mampu menuangkan ide kritis dan
gagasan masa depan secara tertulis. Lomba videografi memberikan ruang bagi
peserta yang memiliki keahlian visual dan storytelling. Adapun seni tari
menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas budaya yang tetap relevan bagi
generasi Z.
Setiap karya yang dikirimkan telah
melalui proses seleksi yang ketat oleh tim juri. Melalui seleksi tersebut,
karya terbaiklah yang dapat melaju ke tahap final. Para peserta menunjukkan
dedikasi tinggi dalam menyelesaikan karya-karya mereka. Hal ini mencerminkan
besarnya potensi generasi Z dalam membawa perubahan positif. Acara puncak
kompetisi berlangsung meriah dan penuh energi positif. Para finalis
mempresentasikan karya inovatif mereka di hadapan para juri dan audiens.
Presentasi tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa generasi muda memiliki
pemikiran visioner dan solutif. Tenaco pun didesain menjadi ruang pembelajaran
yang menyenangkan dan bermakna.
Bapak Aang Kuvaini selaku Wakil Direktur Politeknik KS CWE menyampaikan dalam
sambutannya “melalui Tenaco, Program studi Teknologi Produksi Tanaman
Perkebunan berharap mampu mencetak generasi yang lebih inovatif dan adaptif.
Kompetisi ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan
keberanian generasi Z”.
Pada kategori Produk
Inovasi, tim dari LPP berhasil meraih juara pertama. Inovasi yang mereka usung
berupa sistem penyiraman pembibitan berbasis Internet of Things (IoT). Produk
tersebut dinilai unggul karena mampu meningkatkan efisiensi penyiraman pada
tahap pembibitan. Selain itu, teknologi IoT yang diterapkan menunjukkan
kemampuan mahasiswa dalam memadukan aspek rekayasa dengan kebutuhan sektor
perkebunan. Kategori Essay, juara pertama diraih oleh IPB University. Karya
essay yang dihasilkan mengangkat isu-isu strategis di bidang pertanian dan
perkebunan, serta memberikan solusi yang inovatif dan relevan. Tulisan tersebut
dinilai sangat komprehensif dan memiliki kedalaman analisis yang kuat. Selain
itu, gaya penulisan yang menarik membuat essay tersebut unggul dari peserta
lainnya. Juri menilai bahwa karya tersebut mencerminkan kemampuan akademik
mahasiswa dalam menyusun argumentasi ilmiah.
Pada kategori Videografi, Politeknik Kelapa
Sawit Citra Widya Edukasi berhasil menjadi juara pertama. Video yang mereka
hasilkan menampilkan kreativitas tinggi dengan visual yang menarik dan pesan
yang kuat. Karya tersebut mampu menggambarkan inovasi Gen Z dalam konteks
pertanian dan perkebunan dengan cara yang unik. Kategori Tari juga dimenangkan
oleh Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi. Penampilan mereka memadukan
unsur budaya, kreativitas, dan interpretasi tema MITOGEN Z dengan sangat baik. Kemenangan
ini menegaskan keunggulan mereka tidak hanya dalam bidang teknologi, tetapi
juga dalam seni dan pertunjukan. Dengan berakhirnya seluruh rangkaian
kompetisi, penyelenggara berharap Tenaco dapat terus menjadi ruang berkarya bagi
mahasiswa Indonesia.