Mahasiswa USK Ciptakan EcoHeal Concrete dari Limbah Plastik dan Abu Sawit, Raih Juara Nasional

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Juara I Lomba Esai Nasional PRAKTEK 2025 lewat inovasi EcoHeal Concrete. Inovasi ini memanfaatkan limbah plastik PET dan abu kelapa sawit untuk menghasilkan beton ramah lingkungan dengan teknologi self-healing yang mampu menutup retakan mikro secara otomatis.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

30 September 2025
Bagikan :

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Dhia Fahira dan Ariel Sucipto mengusung inovasi EcoHeal Concrete pada Lomba Esai Nasional PRAKTEK 2025 hingga meraih juara pertama di Banda Aceh, 22 September 2025. (Foto: USK)

Aceh, HAISAWIT – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Petranova USK meraih Juara I Lomba Esai Nasional PRAKTEK 2025 yang berlangsung pada 18–22 September 2025.

Kompetisi ini mempertemukan berbagai karya inovatif dari perguruan tinggi di Indonesia. Tim Petranova tampil dengan gagasan EcoHeal Concrete, sebuah beton ramah lingkungan yang menggabungkan limbah plastik dan abu kelapa sawit.

Ketua tim, Ariel Sucipto, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari kepedulian terhadap isu lingkungan yang kian kompleks. Pemanfaatan limbah dipandang sebagai solusi yang dapat memberikan manfaat lebih luas.

“Daripada menumpuk dan mencemari lingkungan, limbah plastik dan abu kelapa sawit bisa diubah menjadi material bernilai tinggi. Ditambah teknologi inovatif, kami ingin memberikan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Ariel, dikutip dari laman USK, Selasa (30/9/2025).

Dalam pengembangannya, EcoHeal Concrete mengadopsi teknologi self-healing berbasis mikroba non-patogen. Teknologi ini mampu menutup retakan mikro secara otomatis ketika terpapar kelembaban, sehingga membuat beton lebih tahan lama.

Anggota tim, Dhia Fahira, menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam riset ini. Sinergi antarbidang menjadi faktor kunci lahirnya inovasi tersebut.

“Kolaborasi teknik industri dan kedokteran melahirkan perspektif baru dalam merancang solusi. Kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan hanya bisa dicapai dengan kerja sama lintas bidang,” kata Dhia.

Dewan juri memberikan penilaian positif terhadap karya mahasiswa USK ini. Selain berbasis riset ilmiah, inovasi yang ditawarkan dinilai memiliki dampak aplikatif di masyarakat.

EcoHeal Concrete dianggap berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menekan biaya perawatan bangunan. Selain itu, pemanfaatan limbah sawit membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.

Dengan slogan “Petranova; Innovating Concrete, Sustaining Tomorrow,” tim ini membawa gagasan lokal ke panggung nasional. Prestasi tersebut menambah deretan capaian mahasiswa USK pada tahun 2025.***

Bagikan :

Artikel Lainnya