Tim mahasiswa Biologi UIN SGD Bandung berhasil menjadi salah satu dari 40 pemenang Lomba Riset Sawit Nasional 2025 melalui inovasi ilmiah dalam pengendalian penyakit Ganoderma boninense yang menyerang tanaman kelapa sawit.
Arsad Ddin
1 Agustus 2025Tim mahasiswa Biologi UIN SGD Bandung berhasil menjadi salah satu dari 40 pemenang Lomba Riset Sawit Nasional 2025 melalui inovasi ilmiah dalam pengendalian penyakit Ganoderma boninense yang menyerang tanaman kelapa sawit.
Arsad Ddin
1 Agustus 2025
Bandung, HAISAWIT – Tim mahasiswa dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung meraih juara dalam ajang Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa Nasional 2025.
Kompetisi ini menjadi ajang unjuk inovasi riset di bidang kelapa sawit yang melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Inisiatif ini mendorong kontribusi ilmiah generasi muda terhadap pengembangan industri sawit berkelanjutan.
Dikutip dari laman Biologi UIN SGD, Jumat (1/8/2025), tim riset UIN SGD Bandung dinyatakan sebagai satu dari 40 pemenang nasional. Mereka mengangkat pendekatan pengendalian Ganoderma boninense berbasis in vitro dan in silico.
Tim diketuai oleh Raysha Tryfhatya Nurhaidha, beranggotakan Nursyafira Asma Humaira, Rafmanuha Putri Mulyawan, dan Silmi Aulia Putri. Penelitian ini fokus pada patogen penyebab busuk pangkal batang sawit.
Riset dilakukan melalui metode laboratorium dan pemodelan komputer untuk menelusuri potensi agen hayati dalam menghambat perkembangan patogen Ganoderma pada tanaman sawit.
Bimbingan akademik diberikan oleh Musa’adah, S.Si., M.Biotech. Tim telah menyusun proposal sejak awal 2025 dan mengikuti seleksi nasional yang digelar pada bulan Maret.
Setelah melalui tahapan penilaian, pengumuman pemenang dilakukan pada Juli 2025. Seluruh pemenang memperoleh kesempatan melanjutkan penelitian selama delapan bulan ke depan.
Pelaksanaan kegiatan riset lanjutan dijadwalkan mulai Agustus 2025 hingga April 2026. Program ini mendorong kontribusi ilmiah berbasis riset yang bersentuhan langsung dengan sektor pertanian sawit.
Total 40 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia terpilih sebagai pemenang dalam kompetisi riset tersebut. Setiap tim akan melanjutkan penelitiannya selama delapan bulan mulai Agustus 2025 hingga April 2026.***