Kuliah Umum UTND dan PPKS Gelar Kuliah Umum Pengembangan SDM di Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UTND Dr. apt. Eva sartika Dasopang, S.Si., M.Si, dan turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UTND, Dr. Wismaroh Sanniwati Br Saragih, S.P., M.Si, Ketua Program Studi Agroteknologi Dedi Kurniawan, S.P., M.Agr. Kuliah umum ini diikuti oleh para mahasiswa penerima beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) dari BPDP.

BERITA

Sahnia Mellynia

22 September 2025
Bagikan :

Medan, HAISAWIT - Universitas Tjut Nyak Dhien (UTND) menggelar Kuliah Umum Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Industri kalapa Sawit Berkelanjutan untuk mahasiswa penerima beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Aula Lt. 3 Gedung Aula, Kampus UTND Medan.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UTND Dr. apt. Eva sartika Dasopang, S.Si., M.Si, dan turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UTND, Dr. Wismaroh Sanniwati Br Saragih, S.P., M.Si, Ketua Program Studi Agroteknologi Dedi Kurniawan, S.P., M.Agr. Kuliah umum ini diikuti oleh para mahasiswa penerima beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) dari BPDP.

Dr. apt. Eva Sartika Dasopang, S.Si., M.Si, menyampaikan harapannya terkait perluasan program beasiswa BPDP di masa mendatang. “Tahun ini alhamdulillah kita mendapatkan beasiswa BPDP untuk 30 orang mahasiswa di Prodi Agroteknologi. Harapannya, tahun 2026 BPDP akan memperluas cakupan beasiswanya, tidak hanya untuk petani kelapa sawit, tetapi juga untuk anak petani kelapa dan coklat. Sesuai dengan pernyataan Ketua BPDP saat penandatanganan kerja sama dengan UTND,” ujar Dr. apt. Eva Sartika Dasopang.


Kegiatan kuliah umum ini menghadirkan narasumber utama yaitu Dr. Winarna, Kepala Usat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Beliau menyampaikan materi berjudul “Pengembangan SDM di Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan”.

Dalam pemaparannya, Dr. Winarna menekankan pentingnya basic knowledge Perkebunan kelapa sawit (good agriculture practices), kembangkan soft skill (komunikasi, kedisiplinan, kepemimpinan), Biasakan bekerja di lapangan/kebun/PKS (latih fisik dan mental), Melek teknologi (menjadi nilai tambah jika menguasai teknologi digital (soft/hardware)), Mudah beradaptasi (harus dilatih), dan Harus punya atitude yang baik (Harus punya atitude yang baik). Program beasiswa ini diharapkan dapat mencetak tenaga kerja yang profesional dan kompeten menjadi asisten kebun kelapa sawit untuk mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Pengembangan SDM di industri kelapa sawit berkelanjutan adalah langkah strategis untuk menciptakan keberlanjutan sektor ini. Melalui pelatihan berkelanjutan, kolaborasi antar stakeholder termasuk PPKS, dan penerapan teknologi yang mendukung pengelolaan SDM, industri kelapa sawit dapat beradaptasi dengan tuntutan pasar global. Investasi dalam SDM berbasis prinsip keberlanjutan mendukung kelangsungan industri serta kontribusi sosial dan lingkungan bagi generasi mendatang.

Bagikan :

Artikel Lainnya