KUD Dayo Mukti Lolos Audit, 1.222 Petani PalmCo Resmi Kantongi Sertifikat RSPO

Sebanyak 1.222 petani binaan PTPN IV PalmCo resmi meraih sertifikasi RSPO setelah KUD Dayo Mukti lolos audit eksternal. Langkah ini meningkatkan standar keberlanjutan pada 2.595 hektare kebun sawit rakyat di Riau dan Jambi.

BERITA

Arsad Ddin

9 Januari 2026
Bagikan :

Foto: ptpn4.co.id

Riau, HAISAWIT – Sebanyak 1.222 kepala keluarga petani sawit binaan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo resmi meraih sertifikasi internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) setelah Koperasi Unit Desa (KUD) Dayo Mukti dinyatakan lulus audit.

Keberhasilan ini menambah luasan kebun sawit rakyat yang tersertifikasi menjadi 2.595,36 hektare. Capaian tersebut mencakup empat koperasi di wilayah Riau dan Jambi yang telah memenuhi standar budidaya sawit berkelanjutan secara global.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa kelulusan audit eksternal ini merupakan hasil pendampingan jangka panjang perusahaan terhadap para petani mitra guna meningkatkan standar tata kelola perkebunan di tingkat tapak.

“Alhamdulillah, setelah Makarti Jaya, Kusuma Bakti Mandiri, dan FPS Merlung yang telah lebih dulu tersertifikasi, kini KUD Dayo Mukti juga resmi lulus audit eksternal RSPO. Ini bukti bahwa komitmen petani terhadap praktik sawit berkelanjutan semakin kuat,” ujar Jatmiko, dikutip dari laman PTPN IV, Jumat (09/01/2026).

Pipeline Sertifikasi 18 KUD

Jatmiko memaparkan bahwa langkah standarisasi ini memicu perubahan besar pada pola pikir petani. Sertifikasi memberikan akses ekonomi yang lebih luas serta jaminan kualitas produk yang dihasilkan oleh para petani mitra perusahaan.

“Ini adalah transformasi besar di akar industri sawit. PalmCo ingin memastikan semakin banyak petani yang merasakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dari praktik berkelanjutan,” kata Jatmiko menambahkan.

Saat ini, perusahaan sedang memproses 18 KUD lainnya untuk mendapatkan sertifikasi serupa. Berikut adalah rincian tahapan yang sedang berjalan pada belasan koperasi unit desa tersebut:

  • Satu KUD sedang menjalani proses audit internal.
  • Empat KUD dalam tahap penyelesaian dokumen persyaratan.
  • 13 KUD sedang menempuh sosialisasi penerapan standar RSPO.

Langkah percepatan ini bertujuan memperkuat ketelusuran rantai pasok Crude Palm Oil (CPO). Melalui sistem yang terukur, produk sawit Indonesia memiliki fondasi kuat untuk bersaing dan menembus pasar internasional yang semakin ketat.

Ketua KUD Makarti Jaya, Hadi Yanto, mengungkapkan bahwa pendampingan dari perusahaan sangat membantu anggota koperasi. Para petani kini lebih memahami aspek agronomi, keselamatan kerja, hingga efisiensi dalam melakukan pemeliharaan kebun.

“Pendampingan yang kami terima membuat petani semakin memahami standar budidaya berkelanjutan. Sertifikasi RSPO adalah sebuah pengakuan yang patut kami syukuri dan juga menjadi pintu untuk meningkatkan daya tawar dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi kami,” ungkap Hadi.

Selain aspek legalitas, sertifikasi ini berdampak pada peningkatan produktivitas lahan. Kemitraan efektif antara PTPN IV PalmCo dan petani menjadi kunci utama dalam menghadapi tuntutan standarisasi global yang berkembang sangat dinamis.

Unit yang telah tersertifikasi meliputi KUD Makarti Jaya, KUD Dayo Mukti, dan KUD Kusuma Bakti Mandiri di Regional III Riau, serta FPS Merlung Renah Mendaluh di Regional IV Jambi.***

Bagikan :

Artikel Lainnya