HASI 2026 Hadir di Jakarta April Nanti, Forum Penting Bagi Pemilik dan Pengelola Kebun

Simposium industri sawit di Jakarta menjadi wadah bagi pimpinan perusahaan agribisnis untuk membedah inovasi mekanisasi dan digitalisasi lahan. Kegiatan bertujuan memberikan solusi teknis operasional bagi pengelolaan kebun secara modern dan kompetitif.

HAI SAWIT EVENT

Arsad Ddin

10 Januari 2026
Bagikan :


Jakarta, HaiSawit – Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 akan berlangsung pada 22–23 April 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, sebagai ruang bagi pemilik dan pengelola kebun memperbarui wawasan manajemen perkebunan.

Forum strategis ini mempertemukan para praktisi senior dari Indonesia dan Malaysia guna membahas pembaruan Best Management Practice (BMP). Agenda utama berfokus pada upaya peningkatan produksi kelapa sawit serta penguatan ketahanan energi nasional.

Penyelenggara menghadirkan narasumber dari jajaran pemimpin perusahaan besar yang akan mengisi tujuh sesi diskusi teknis. Beberapa tokoh kunci yang dijadwalkan hadir antara lain:

  • Jefrry Faizal Kamaruddin (CEO Upstream Malaysia - SD Guthrie Berhad).
  • Erikson Ginting (GM Plantation PT Socfin Indonesia).
  • Aryodiputro Widianto (VP PT Astra Agro Lestari Tbk).
  • Datin Stella Ambrose (Deputy Group CEO Sawit Kinabalu Group).

Fokus Transformasi Teknologi dan Operasional

Kegiatan ini memberikan pemaparan komprehensif mengenai modernisasi kebun yang kini menjadi kebutuhan mendesak. Peserta dapat mendalami berbagai materi penting yang mencakup aspek hulu perkebunan secara detail:

  • Teknik replanting pada lahan datar serta berbukit untuk mendukung sistem mekanisasi.
  • Implementasi kecerdasan buatan dan Smart Plantation dalam operasional harian.
  • Penggunaan drone untuk akurasi pemupukan dan pengawasan keamanan area.
  • Aplikasi Global Positioning System (GPS) dalam pemetaan aset serta monitoring kerja.

Efisiensi biaya menjadi salah satu target utama dalam pembaruan praktik manajemen yang dipaparkan oleh para ahli. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pemilik kebun mengawasi produktivitas secara real-time dan meminimalkan potensi kebocoran anggaran operasional.

Selain aspek teknologi, simposium ini memfasilitasi diskusi mengenai isu-isu non-teknis yang sering menghambat produktivitas. Para praktisi senior akan berbagi pengalaman nyata dalam menghadapi dinamika lapangan yang kompleks:

  • Strategi penyelesaian konflik sosial serta kemitraan plasma.
  • Penanganan isu hukum dan legalitas lahan perkebunan.
  • Metode panen dan transportasi tandan buah segar di medan ekstrem.
  • Pengendalian hama serta penyakit tanaman menggunakan riset terbaru.

Fasilitas dan Pendaftaran Peserta

Simposium yang diselenggarakan oleh Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) dan Hai Sawit Indonesia (HSI) ini turut menyajikan pameran teknologi terkini. Pengunjung dapat melihat langsung inovasi perlindungan tanaman dari berbagai vendor terkemuka.

Peserta yang mendaftar akan mendapatkan fasilitas lengkap guna menunjang kenyamanan selama mengikuti rangkaian acara dua hari. Fasilitas tersebut mencakup sesi seminar, akses kunjungan booth, hingga paket makan siang dan kopi.

Sesi malam hari diisi dengan Gala Dinner dan Networking Night yang memberikan peluang berjejaring bagi pemilik kebun. Momen ini memfasilitasi komunikasi langsung dengan para penyedia solusi digital serta pimpinan perusahaan produsen sawit global.

Panitia menyediakan skema harga pendaftaran yang bervariasi berdasarkan periode waktu registrasi bagi seluruh calon peserta:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 (1–31 Desember 2025).
  • Regular: Rp 2.750.000 (1 Januari – 28 Februari 2026).
  • Late: Rp 3.500.000 (1 Maret – 20 April 2026).

Pendaftaran secara resmi dapat dilakukan dengan menghubungi kontak yang tertera pada media publikasi Hai Sawit Indonesia. Pengelola kebun disarankan segera mengamankan kuota mengingat kursi peserta yang tersedia untuk forum ini terbatas.

Hasil pembahasan selama dua hari akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi oleh pengurus HIPKASI. Dokumen ini menjadi rujukan strategis bagi perusahaan dalam menyusun rencana kerja tahunan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Penutupan acara akan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama seluruh narasumber dan praktisi yang hadir dari kedua negara. HASI 2026 diharapkan menjadi landasan baru bagi peningkatan standar pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.***


Bagikan :

Artikel Lainnya