PT SMI Inisiasi Pembangunan Kawasan Industri Modern Berwawasan Lingkungan di Lampung

Gubernur Lampung mendukung rencana PT Solusi Maknah Indonesia mengembangkan kawasan industri hijau melalui pemanfaatan limbah perkebunan. Investasi ini mencakup pengolahan limbah cair kelapa sawit menjadi biogas guna mempercepat transisi energi bersih daerah.

BERITA

Arsad Ddin

3 Februari 2026
Bagikan :

Gubernur Lampung saat menerima jajaran manajemen PT SMI. (Foto: BiroAdPim.ProvLampung).

Bandar Lampung, HAISAWIT – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong rencana pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan yang diinisiasi PT Solusi Maknah Indonesia (SMI) melalui pemanfaatan limbah perkebunan pada pertemuan di Kantor Gubernur, Jumat (30/1/2026).

Manajemen perusahaan tersebut tertarik menanamkan modal setelah mengikuti forum Lampung Economic Investment Forum (LEIF) di Jakarta karena visi pembangunan daerah dinilai sejalan dengan fokus pengembangan energi terbarukan dan industri hijau.

Direktur Utama PT Solusi Maknah Indonesia (SMI), Daichi Ikegami, memberikan penjelasan mengenai ketertarikan perusahaan dalam mengelola potensi besar sumber daya lokal yang tersedia di wilayah Lampung untuk dijadikan sumber energi bersih.

“Kami sangat tertarik mengembangkan energi terbarukan di Lampung dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal, khususnya limbah pertanian dan perkebunan," ujar Daichi, dikutip dari laman BiroAdPim.ProvLampung, Selasa (03/02/2026).

Daichi memaparkan skema teknis mengenai pengolahan limbah yang selama ini tidak terpakai agar memiliki nilai ekonomis tinggi bagi para petani lokal sekaligus menjadi solusi bagi masalah pembuangan sisa hasil pertanian.

“Daripada limbah dibuang dan menimbulkan emisi karbon, lebih baik dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang dikelola secara terkontrol untuk menghasilkan energi,” tuturnya saat mempresentasikan rencana operasional perusahaan di hadapan jajaran pemerintah provinsi.

Perusahaan menyiapkan sejumlah proyek unggulan sebagai penopang kawasan industri modern, meliputi:

  • Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), serta pengembangan potensi geothermal.
  • Pengolahan limbah cair kelapa sawit menjadi biogas guna mendukung transisi energi bersih di wilayah Lampung.

Selain infrastruktur energi, pengembangan industri hijau ini direncanakan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan nilai tambah ekonomi melalui pembelian langsung limbah pertanian serta perkebunan dari masyarakat nelayan dan petani.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan dukungan penuh terhadap investasi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga melalui kebijakan dan koordinasi lintas sektor yang efektif.

“Pemerintah Provinsi Lampung terbuka terhadap investasi yang ramah lingkungan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Tentunya akan kami dorong melalui kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta dukungan kelembagaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan kesiapan dalam memberikan dukungan kelembagaan guna mempermudah proses realisasi investasi tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku agar memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian daerah.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi Lampung dalam mewujudkan kawasan industri modern berwawasan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi energi terbarukan yang berbasis pada limbah cair kelapa sawit dan pertanian lokal.***

Bagikan :

Artikel Lainnya