
(Foto: UNIMED)
Yogyakarta, HAISAWIT – Tim mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) menciptakan pipa biopori inovatif berbahan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) untuk mengikuti pemantauan riset nasional di Yogyakarta pada akhir Januari 2026.
Inovasi ini bertujuan menyediakan solusi ramah lingkungan bagi pengelolaan tata kelola air dan proses sertifikasi bibit kelapa sawit yang berkualitas tinggi di area perkebunan Indonesia.
Dilansir dari laman UNIMED, Minggu (01/02/2026), tim ini berhasil menyisihkan 1.334 proposal riset dan masuk dalam jajaran 40 tim terbaik dari 23 perguruan tinggi seluruh wilayah Indonesia.
Prestasi tersebut menandai sejarah baru bagi universitas tersebut karena menjadi kali pertama mahasiswa mereka meraih pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Program studi Kimia serta Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjadi motor penggerak utama dalam penelitian yang memanfaatkan limbah padat perkebunan kelapa sawit.
Ketua tim Grandy Sihotang memimpin penelitian ini bersama anggota lainnya yaitu Martha Elia Sagala, Bella Julita Sari Tamba, dan Febrika Yolanda Panjaitan di bawah bimbingan pakar material.
Moondra Zubir selaku dosen pembimbing mengawal proses transformasi limbah perkebunan kelapa sawit menjadi material pintar atau smart material yang memiliki nilai tambah serta manfaat praktis bagi industri.
Proses seleksi dan penilaian berlangsung ketat di Eastparc Hotel Yogyakarta selama tiga hari dengan agenda utama presentasi kemajuan riset serta sesi tanya jawab mendalam bersama dewan juri.
Berikut adalah beberapa poin teknis penting terkait keikutsertaan tim tersebut dalam ajang Grant Riset Sawit Mahasiswa tingkat nasional tahun ini:
- Pemanfaatan serat TKKS sebagai bahan baku utama pembuatan pipa biopori.
- Presentasi materi dilakukan selama 15 menit di hadapan pakar industri.
- Sesi tanya jawab berlangsung intensif selama 45 menit untuk menguji validitas riset.
Empat orang juri yang berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta BPDP memberikan masukan konstruktif agar luaran penelitian dapat diimplementasikan secara nyata pada lapangan.
Keberhasilan mencapai tahap ini membuka peluang besar bagi tim untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan akan diselenggarakan di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, Juni mendatang.
Kriteria penilaian akhir hanya menyisakan ruang bagi 10 tim terbaik dari seluruh peserta nasional untuk memperebutkan posisi juara pada puncak acara kompetisi penelitian bergengsi di bidang sawit.
Pipa biopori hasil riset ini dirancang untuk mengoptimalkan penyerapan air tanah sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan pada sektor perkebunan yang memerlukan pengawasan ketat terhadap standar kualitas bibit tanaman.
Pihak universitas melalui Dekan FMIPA dan Rektor memberikan apresiasi atas peningkatan budaya riset mahasiswa yang kini mampu bersaing pada level nasional dan relevan terhadap kebutuhan sektor industri.
Inovasi mahasiswa Medan ini membuktikan bahwa limbah kelapa sawit dapat diolah menjadi produk teknis yang mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat posisi riset akademis dalam rantai nilai industri.
Langkah ini juga menjadi motivasi bagi peneliti muda lainnya untuk aktif melakukan eksplorasi potensi sawit sebagai komoditas strategis nasional melalui pendekatan sains, teknologi, serta pemikiran yang lebih kreatif.
Seluruh data riset dan hasil pengujian akan dilaporkan secara berkala kepada pihak penyelenggara guna memastikan setiap tahapan penelitian berjalan sesuai target waktu serta spesifikasi teknis yang ditetapkan.***