Ekspor Industri Pengolahan Kalteng Melesat 33 Persen, Sawit Jadi Motor Utama

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalimantan Tengah mencatat pertumbuhan ekspor industri pengolahan sebesar 33,07 persen sepanjang 2025. Minyak kelapa sawit menjadi komoditas utama yang mendorong capaian surplus neraca perdagangan luar negeri daerah tersebut.

BERITA

Arsad Ddin

6 Februari 2026
Bagikan :

Gambar Illustrasi Buah Sawit - Hai Sawit

Palangka Raya, HAISAWIT – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat lonjakan nilai ekspor industri pengolahan sebesar 33,07 persen sepanjang tahun 2025 dengan komoditas kelapa sawit sebagai penopang utama.

Peningkatan signifikan tersebut setara dengan angka 226,74 juta Dolar Amerika Serikat (AS), sehingga total nilai ekspor sektor industri pengolahan daerah ini mencapai 912,47 juta Dolar AS.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai akumulasi aktivitas perdagangan internasional yang menunjukkan posisi neraca keuangan daerah tetap berada pada level sangat aman.

"Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Januari-Desember 2025 mengalami surplus sebesar 3.502,54 juta Dolar AS," ujar Norhani, dikutip dari laman MMCKalteng, Jum'at (06/02/2026).

Aktivitas ekspor keseluruhan dari Bumi Tambun Bungai menyentuh angka 3.540,24 juta Dolar AS, sementara angka impor daerah tercatat jauh lebih rendah yakni hanya sebesar 37,70 juta Dolar AS.

Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 25,77 persen terhadap total nilai pengiriman barang ke luar negeri, yang didominasi oleh produk turunan kelapa sawit dan hasil hutan olahan.

Beberapa komoditas utama yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi tersebut meliputi:

  • Minyak kelapa sawit (CPO).
  • Bungkil dan residu hasil pertanian.
  • Karet remah (crumb rubber).
  • Kayu olahan dan kayu lapis (plywood).
  • Kimia dasar organik.

"Catatan positif ini tentu menjadi bukti keseriusan Pemprov Kalteng dibawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wagub Edy Pratowo yang tak hanya fokus terhadap pembangunan ekonomi dari sisi perdagangan dalam negeri, tetapi juga luar negeri," paparnya.

Pemerintah daerah mengoptimalkan potensi sumber daya alam serta menangkap peluang pasar global guna memastikan aktivitas perdagangan luar negeri tetap tumbuh stabil hingga memasuki periode tahun 2026 sekarang.

Jepang, India, dan Tiongkok menjadi tiga negara tujuan utama pengiriman komoditas unggulan, termasuk batu bara dan lignit yang masih mendominasi volume ekspor secara keseluruhan dari wilayah tersebut.

Selain energi fosil, komoditas tambang lain seperti bijih zirkonium, niobium, dan tantalum juga ikut memperkuat portofolio ekspor Kalteng bersama dengan produk-produk berbasis perkebunan kelapa sawit yang semakin kompetitif.

Negara asal impor didominasi Malaysia, Singapura, dan Tiongkok dengan barang masuk berupa aspal, mesin ekstraksi, mesin freeze dryer, ketel uap, sapi, hingga berbagai jenis alat mesin motor tempel.

Pencapaian surplus ini merupakan hasil sinergi antar perangkat daerah dalam mendorong kinerja perdagangan domestik maupun internasional melalui kebijakan pembangunan ekonomi yang terukur di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran.

Total nilai aktivitas perdagangan internasional Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2025 secara keseluruhan tercatat mencapai angka 3.577,94 juta Dolar AS berdasarkan rilis data resmi otoritas statistik pada Rabu (04/02/2026).***

Bagikan :

Artikel Lainnya