Ratu Tenny resmi diangkat sebagai Duta Perempuan Sawit oleh GAPKI Sumsel dalam sebuah seminar bertema kesetaraan gender. Ia menyatakan siap menjadi wakil perempuan Sumsel dalam memperjuangkan peran setara di industri sawit.
Arsad Ddin
1 Agustus 2025Ratu Tenny resmi diangkat sebagai Duta Perempuan Sawit oleh GAPKI Sumsel dalam sebuah seminar bertema kesetaraan gender. Ia menyatakan siap menjadi wakil perempuan Sumsel dalam memperjuangkan peran setara di industri sawit.
Arsad Ddin
1 Agustus 2025
Palembang, HAISAWIT – Peran perempuan dalam industri sawit kembali menjadi perhatian dalam sebuah seminar bertajuk Perempuan Setara, Sawit untuk Sumsel Maju yang digelar di Palembang, Rabu (30/7/2025).
Acara yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Selatan tersebut berlangsung di Ballroom The Alts Hotel dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai wilayah.
Dalam kegiatan ini, Ratu Tenny secara resmi diumumkan sebagai Duta Perempuan Sawit oleh GAPKI Sumsel. Pengangkatan ini dilakukan sebagai bentuk simbolik dalam mendorong keterlibatan perempuan di sektor sawit.
Saat menyampaikan sambutan, Ratu Tenny menyampaikan rasa terima kasih dan harapan atas tanggung jawab yang diembannya dalam peran baru tersebut.
“Ini momen bersejarah bagi saya. Terima kasih kepada GAPKI yang telah menobatkan dan memberikan tanggung jawab besar ini,” ujar Ratu Tenny, dikutip dari FP Pemprov Sumatera Selatan, Jumat (1/8/2025).
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menjadi representasi bagi perempuan yang ingin terlibat aktif dalam pengembangan sektor kelapa sawit di Sumatera Selatan.
“Sebagai Duta, saya akan menjadi perwakilan bagi perempuan Sumsel untuk memperjuangkan kesetaraan,” lanjutnya.
Seminar ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang membuka acara dan mengajak perempuan Sumsel untuk mengambil peran strategis di industri sawit yang memiliki potensi besar di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyebut bahwa kesetaraan gender sudah menjadi keniscayaan dan sejarah bangsa telah membuktikan pentingnya peran perempuan sejak masa perjuangan kemerdekaan.
Sumsel sendiri memiliki lahan kelapa sawit seluas lebih dari 1,5 juta hektare. Gubernur menyebut potensi itu sebagai peluang besar bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor perkebunan.***