Disbunnak Kalsel Awasi Pengembangan Klaster Sawit-Sapi sebagai Penggerak Ketahanan Pangan

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan memperkuat integrasi sawit-sapi melalui pengembangan klaster di Tabalong. Model ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas ternak, memaksimalkan pemanfaatan lahan perkebunan, dan mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

BERITA

Arsad Ddin

4 Desember 2025
Bagikan :

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan melakukan pengawasan pengembangan klaster integrasi sawit-sapi di Kabupaten Tabalong, Kamis (13/11/2025). (Foto: Disbunnak Kalsel)

Tabalong, HAI SAWIT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel memperkuat pengembangan integrasi kelapa sawit-sapi sebagai bagian dari Program Pengembangan Peternakan Sapi Berkelanjutan Terintegrasi Perkebunan, Tanaman Pangan, Kehutanan, dan Pertambangan (P2SBPTKP).

Penguatan sistem integrasi tersebut dilakukan untuk mendukung swasembada pangan daerah dengan memaksimalkan penggunaan lahan perkebunan yang berpotensi meningkatkan produktivitas ternak.

Klaster Taapm Baombo di Kabupaten Tabalong menjadi salah satu lokasi penerapan integrasi sawit-sapi yang melibatkan kelompok peternak setempat bersama dukungan kemitraan perusahaan.

Model ini memadukan pengelolaan ternak dengan perkebunan kelapa sawit sehingga pemanfaatan lahan dan sumber pakan dapat berlangsung lebih efisien.

“Melalui pengembangan klaster yang terencana dan kolaboratif, sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi tidak hanya meningkatkan produktivitas sapi potong, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perkebunan, memperkuat ketahanan pangan, serta berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon," ujar Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, dikutip dari laman Disbunnak Kalsel, Rabu (04/12/2025).

Penerapan sistem integrasi tersebut menjadi bagian dari strategi peternakan berkelanjutan yang memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.

Sinergi peternak, perusahaan, dan dinas turut mendukung keberlanjutan pemeliharaan ternak melalui pemanfaatan padang penggembalaan dan infrastruktur penunjang.

"Ini adalah langkah nyata menuju peternakan masa depan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” lanjut Suparmi.

Skema integrasi sawit-sapi di Tabalong juga dilihat sebagai upaya memperkuat efisiensi lahan perkebunan tanpa mengurangi fungsi utama produksi kelapa sawit.

Program P2SBPTKP dirancang untuk memperluas pemanfaatan lahan produktif sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan peternak di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Disbunnak Kalsel menyebut bahwa integrasi sawit-sapi memiliki potensi menjadi salah satu penggerak ekonomi berbasis sumber daya lokal melalui kerja sama peternak dan perusahaan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya