Dies Natalis ke-67, INSTIPER Perkuat Peran Kampus dalam Pencetakan SDM Sawit Digital

Institut Pertanian Stiper Yogyakarta memperingati Dies Natalis ke-67 dengan menguatkan peran kampus dalam pencetakan sumber daya manusia kelapa sawit berbasis teknologi digital melalui transformasi sistem pendidikan, kurikulum adaptif, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penguatan kolaborasi dengan industri perkebunan.

BERITA

Arsad Ddin

23 Desember 2025
Bagikan :

Rektor Institut Pertanian Stiper Yogyakarta Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng. (Foto: LLDIKTI Wilayah V)

Yogyakarta, HAI SAWIT - Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta memperingati Dies Natalis ke-67 pada 10 Desember 2025 sebagai momentum transformasi pendidikan untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia kelapa sawit berbasis teknologi digital.

Peringatan Dies Natalis tersebut diisi rangkaian kegiatan strategis yang menempatkan penguatan pendidikan pertanian, perkebunan, dan kehutanan sebagai fondasi penyediaan tenaga profesional sawit yang relevan dengan perubahan teknologi industri.

Rektor INSTIPER Yogyakarta Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng. dalam pidatonya menyampaikan arah transformasi kelembagaan yang menjadi landasan pengembangan pendidikan, riset, dan kolaborasi kampus dengan industri perkebunan kelapa sawit nasional.

“Pada momen DIES INSTIPER ke-67 tahun ini transformasi INSTIPER mencakup empat pilar utama, digitalisasi dan otomasi, inovasi teknologi, manajemen pembelajaran dan penguatan jaringan,” ujar Harsawardana, dikutip dari laman LLDIKTI Wilayah V, Selasa (23/12/2025).

Transformasi tersebut diwujudkan melalui penyesuaian kurikulum, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penguatan jejaring industri untuk memperkuat kompetensi lulusan di sektor perkebunan kelapa sawit dan kehutanan.

Selain transformasi kelembagaan, INSTIPER juga menyelenggarakan Workshop Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit yang menghadirkan praktisi, asosiasi industri, dan akademisi guna membahas kebutuhan kompetensi pada era digitalisasi.

Harsawardana menjelaskan bahwa perubahan sistem pendidikan dilakukan agar proses pembelajaran selaras dengan karakter generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.

"Dan untuk transformasi pada bidang pendidikan yang menyangkut kurikulum dan metode pembelajaran akan sepenuhnya mengadopsi kebutuhan generasi muda yang sangat bergantung pada teknologi," ujarnya.

Rangkaian Dies Natalis juga menghadirkan pameran teknologi dan inovasi yang menjadi sarana menunjukkan hasil riset kampus serta penerapan teknologi pertanian presisi dalam pendidikan perkebunan kelapa sawit.

Harsawardana menyampaikan bahwa pameran tersebut mencerminkan keterlibatan kampus dalam pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian dan perkebunan.

"Pameran teknologi merupakan bagian dari benang merah transformasi INSTIPER. Wujud nyata bahwa INSTIPER telah turut aktif dalam pengembangan teknologi yang mendukung pertanian presisi dan berkelanjutan," katanya.

Selain pameran, peringatan Dies Natalis ke-67 juga ditandai peletakan batu pertama Gedung Technology and Innovation Center yang difungsikan sebagai pusat riset, inovasi, dan inkubasi teknologi pertanian serta perkebunan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya